Tahapan Menjadi Dokter Hewan

Image: canva.com

Tahapan Menjadi Dokter Hewan Yang Perlu Kamu Ketahui

Jurusan kedokteran menjadi salah satu jurusan favorit di rumpun SAINTEK. Tidak hanya dokter umum, ada juga program studi kedokteran gigi dan kedokteran hewan. Masing-masing prodi kedokteran memiliki proses pendidikan yang hampir sama, termasuk juga tahapan menjadi dokter hewan.

Kali ini, Kamu akan diajak membahas tahapan untuk menjadi dokter hewan. Jika menjadi dokter hewan adalah cita-citamu, Kamu bisa mewujudkannya dengan masuk ke jurusan kedokteran hewan. Beda dengan jurusan lainnya yang menangani manusia, Kamu akan belajar menangani hewan dan menyembuhkan berbagai keluhan penyakit yang ada pada hewan.

Jurusan ini memang sangat cocok untuk Kamu yang suka pada hewan dan ingin membantu mereka. Nah, pertanyaannya sekarang, bagaimana tahapan menjadi dokter hewan? Berikut ini adalah ulasannya.

Baca Juga:  10 Alasan Menjadi Dokter Hewan Agar Lebih Yakin

1. Masuk Jurusan Kedokteran Hewan

Tahap yang pertama untuk menjadi dokter hewan adalah Kamu harus memilih jurusan kedokteran hewan saat di perguruan tinggi. Profesi dokter hewan bukanlah jenis profesi yang bisa menerima lulusan dari jurusan lain. Calon dokter hewan haruslah berasal dari jurusan kedokteran hewan.

2. Lulus Jurusan Kedokteran Hewan

Jika Kamu berhasil masuk ke salah satu jurusan kedokteran hewan yang ada di Indonesia, berkomitmenlah untuk menyelesaikan pendidikan yang sudah Kamu mulai. Perjalanan Kamu mungkin tidak mudah. Tapi Kamu harus berjuang sampai lulus, diwisuda, dan mendapat gelar S.KH. atau Sarjana Kedokteran Hewan.

3. Program Profesi Kedokteran Hewan

Tahapan menjadi dokter hewan setelah Kamu lulus program sarjana adalah Kamu harus mengikuti program profesi. Gelar S.KH. bisa Kamu gunakan untuk melamar kerja. Tapi kalau kami berhenti sampai di sini, Kamu belum bisa disebut dokter karena belum mengikuti program profesi.

Baca Juga:  Mengenal Profesi Dokter Hewan, Yang Masih Dianggap Sebelah Mata

Program Profesi Kedokteran Hewan atau co-ass merupakan program untuk mendapatkan gelar dokter hewan. Lamanya program ini sekitar 1-1.5 tahun. Kamu akan praktik di rumah sakit pendidikan yang sudah ditunjuk.

4. Ujian Kompetensi

Tahap selanjutnya setelah selesai mengikuti program profesi adalah mengikuti ujian kompetensi. Ujian ini untuk menguji sejauh mana Kamu sudah menguasai semua materi kedokteran hewan setelah menjalani pendidikan.

Sebelum ujian kompetensi, Kamu akan mengikuti ujian akhir dan pembuatan laporan. Kamu akan membuat laporan dari koas yang sudah Kamu lakukan. Agar tidak menumpuk, Kamu sebaiknya mulai mengerjakan sejak masih menjalani koas. Setelah itu, Kamu akan menjalani Yudisium.

Jika sudah Yudisium, Kamu akan diuji kembali dalam Ujian Kompetensi Kedokteran Hewan Indonesia. Uji kompetensi untuk semakin mengukuhkan Kamu sebagai dokter hewan. Kamu harus lulus dalam ujian ini. Jika tidak, Kamu perlu mengulanginya sampai lulus.

Baca Juga:  10 Tugas Dokter Hewan Dan Wewenangnya Yang Perlu Kamu Tau

Apabila Kamu dinyatakan lulus dari Ujian Kompetensi Kedokteran Hewan Indonesia, Kamu akan sah menyandang gelar drh. di depan nama Kamu. Cita-cita Kamu untuk menjadi dokter hewan atau veteriner sudah tercapai.

Secara keseluruhan, tahapan menjadi dokter hewan butuh waktu kurang lebih 6 tahun. Jalani dan nikmati prosesnya karena setelah lulus nanti, Kamu akan merindukan saat-saat perkuliahan.