Menjadi mahasiswa kedokteran hewan adalah hal berkesan sekaligus menantang bagi Aku. Dimana Aku harus siap belajar hal – hal baru yang belum pernah Aku rasakan sebelumnya, selain itu Aku ingin mengenalkan profesi dokter hewan ke masyarakat luas. Karena selama ini profesi dokter hewan di Indonesia masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat pada umumnya. Bahkan masyarakat Indonesia hanya tahu sedikit sekali tentang peran dan fungsi dokter hewan. Dokter hewan adalah sebuah profesi yang erat hubungannya dengan dunia hewan, tidak terkecuali pada kesehatan hewan itu sendiri. Dokter hewan sebenarnya sudah lama dikenal di masyarakat. Akan tetapi, profesi dokter masih terbilang langka di Indonesia. Profesi dengan motto “Manusya Mriga Satwa Sewaka” yang memiliki makna menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui kesejahteraan hewan. Tentu motto yang sangat menarik, bukan? Namun motto hanyalah motto, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memanfaatkan ilmu selama di perkuliahan untuk direalisasikan di masyarakat.
Awalnya, Aku termotivasi memilih kuliah di jurusan ini karena Aku melihat di daerah Aku, Madiun masih banyak masyarakat yang kurang peduli dengan kesehatan ternak mereka dan juga beberapa waktu lalu muncul wabah penyakit seperti : flu burung, demam berdarah, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan hewan. Hal itu dapat dicegah apabila kita paham dan mengerti bagaimana cara merawat ternak dan mencegah wabah agar tidak menular dengan pengetahuan dan wawasan. Selain itu, hewan merupakan sumber bahan makanan yang banyak diminati masyarakat. Jika hewan yang dikonsumsi masyarakat tidak terjamin kesehatannya, lalu bagaimana dengan nasib masyarakat yang mengonsumsinya? Nah, oleh karena itu kita perlu menyadari bahwa keberadaan dokter hewan sudah selayaknya dihargai.
Menjadi seorang calon dokter hewan juga bukanlah hal yang mudah, apalagi menginformasikan ke masyarakat yang masih awam dengan profesi ini, tidak jarang mendapatkan senyuman remeh dan sedikit-sedikit menebak pekerjaan ini melulu hanya tentang hewan dan kotoran, seperti : merogoh anus sapi, menyuntik unggas, memeriksa kuda dan babi, memeriksa kucing dan anjing, serta mengobati hewan buas sekalipun. Memang benar apa kata mereka, namun bukankah itu pekerjaan yang menarik? Dan juga itu hanyalah sebagian kecil dari pekerjaan kami, masih banyak prospek lain yang erat hubungannya dengan profesi ini.
Memang miris ketika orang lain menganggap remeh dengan pekerjaan kita, namun itu memang sifatnya manusia. Manusia cenderung menilai orang lain hanya dari satu sisi, padahal masih banyak sisi positif yang justru malah mereka abaikan. Dokter hewan dalam menjalankan tugasnya juga mengombinasikan berbagai aspek dalam mewujudkan kesehatan hewan dan manusia. Selain itu, menjadi seorang dokter hewan menuntutnya untuk turut berpartisipasi aktif bergerak dalam kesehatan masyarakat yang tentunya juga bekerja sama dengan dokter professional lainnya sehingga mampu mengatasi berbagai masalah secara efektif dan efisien.
Dalam hadis Rasulullah juga pernah menceritakan, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya di pinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan, (melihat ini) si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allâh Azza wa Jalla.” (HR Muslim). Menarik, bukan? Menjalani pekerjaan sebagai praktisi medis yang mampu menyelamatkan manusia melalui hewan, sekaligus mengharap pahala dari Yang Maha Kuasa.
Selain itu, profesi dokter hewan sangatlah dibutuhkan di Indonesia, bahkan Indonesia masih kekurangan tenaga medis ini. Jadi, kalian tidak perlu bingung dan takut jika nantinya menganggur karena prospek kerja dokter hewan ini sangatlah banyak. Penasaran apa saja peluang kerjanya?
1. Ahli Epidemiologi
Ahli epidemiologi memiliki peran untuk mengidentifikasi distribusi penyakit dan mengenali penyebabnya agar tidak menjadi wabah di suatu negara.
2. Peneliti Hewan
Ahli peneliti hewan tentu sangat berjasa bagi masyarakat karena hasil risetnya mampu memberikan pengetahuan baru yang tentunya bermanfaat dan profesi di bidang ini ternyata juga sangat dibutuhkan.
3. Teknisi dan Ahli Teknologi Kedokteran Hewan
Pekerjaan ini berkaitan dengan membantu dokter melakukan pembedahan. Selain itu, juga bertugas untuk menyiapkan vaksin untuk mencegah penyakit yang timbul pada hewan.
4. Pengajar Bidang Kesehatan
Dengan menjadi pengajar bidang kesehatan dan memberikan pendidikan kesehatan, dalam hal ini kesehatan hewan, Kamu sudah berperan dalam mencerdaskan bangsa. Tertarik berkarir sebagai pengajar di bidang kesehatan?
5. Penyuluh Kesehatan
Pentingnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat juga dapat menjadi profesi yang menarik.
6. Ahli Peternakan dan Pengembangan Hewan
Karena sudah mengetahui seluk beluk hewan dan mengerti bagaimana menjaga kesehatan mereka, Kamu bisa berkarir menjadi ahli peternakan dan pengembangbiakan hewan.
7. Praktisi Dokter Hewan
Prospek kerja kedokteran hewan tentu saja menjadi dokter hewan. Tugasnya sama seperti dokter pada umumnya. Bedanya, menjadi dokter hewan berarti yang Kamu periksa adalah hewan-hewan lucu yang kadang bikin gemas karena tingkah lakunya.
8. Ahli Ilmu Hewan dan Satwa Liar
Pekerjaan yang tugasnya meneliti segala perilaku, asal-usul, dan proses kehidupan mereka memanglah hal menarik tersendiri. Bekerja sambil berpetualang melihat dan menganalisis satwa-satwa liar yang ada di hutan dan dimanapun habitat tempat mereka hidup.
9. Dosen Spesialis Kesehatan
Menjadi dosen berarti Kamu melakukan dua hal sekaligus, yaitu mengajar dan melakukan penelitian. Karena dosen dituntut untuk aktif melakukan penelitian selain tugas utamanya sebagai pengajar. Jika senang dengan dua dunia ini dan ingin menggelutinya, Kamu para lulusan kedokteran hewan bisa menjadi dosen spesialis kesehatan hewan.
10. Quality Control
Sebagai lulusan kedokteran hewan, kita bisa bekerja sebagai quality control di industry pakan ternak dengan gaji yang besar.
Pada intinya, menjadi seorang dokter hewan merupakan hal menarik tersendiri yang belum dimengerti banyak orang. Dengan perjuangan menempuh perkuliahan selama 5,5 tahun, bukanlah waktu yang sebentar dan semua ini juga tidak sia-sia selain rasa bangga untuk menjalani setiap prosesnya demi masa depan yang cerah.
Kiriman artikel dari:
Evita Damayanti (damayanti******@*mail.com)
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga Surabaya