Perbedaan Psikolog Dan Psikiater

Image: canva.com

10 Perbedaan Psikolog Dan Psikiater Yang Perlu Kamu Tau

Profesi psikolog dan psikiater memang sama-sama berhubungan dengan kesehatan mental. Ini membuatnya sering diartikan sama oleh orang-orang. Padahal, keduanya merupakan profesi yang berbeda. Berikut 10 perbedaan psikolog dan psikiater yang harus Kamu tahu agar bisa memilih orang yang tepat untuk masalahmu.

1. Latar Belakang Pendidikan

Psikolog dan psikiater memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Seorang psikiater merupakan lulusan ilmu kedokteran dan menyandang predikat spesialis kesehatan jiwa. Sementara psikolog tidak mengenyam ilmu kedokteran, melainkan mempelajari ilmu psikologi yang dilanjutkan dengan pendidikan profesi.

2. Gelar

Karena memiliki latar pendidikan yang berbeda, psikiater dan psikolog juga memiliki gelar yang berbeda. Seorang psikiater boleh membuka praktek setelah menyandang gelar SpKj sementara gelar bagi seorang psikolog adalah S.Psi.

Baca Juga:  Apakah Keduanya Sama? Berikut Perbedaan Konselor Dan Psikolog!

3. Bidang Studi Yang Dipelajari

Selama menjalani studi, psikolog lebih mempelajari mengenai teori yang berkaitan dengan manusia dan perkembangannya. Sementara studi yang dijalani psikiater lebih berfokus pada perubahan biologis dan fisiologis dalam tubuh manusia.

4. Lapangan Pekerjaan

Psikolog dan psikiater memiliki lapangan pekerjaan yang berbeda. Seorang psikiater biasanya bekerja di rumah sakit sementara psikolog bisa membuka praktek sendiri atau juga bekerja di perusahaan, misalnya menjadi bagian HRD.

5. Kasus Yang Ditangani

Seorang psikiater bertugas menangani permasalahan-permasalahan mental yang berhubungan dengan kesehatan mental dan menentukan pengobatan yang perlu dilakukan. Sementara itu, psikolog bertugas untuk melakukan serentetan tes psikologi untuk menjawab masalah si pasien.

Baca Juga:  Apa Itu Psikiater? Berikut 10 Hal Penjelasan Tentang Psikiater

6. Terapi Yang Dilakukan

Dalam hal terapi untuk pasien, seorang psikiater dan psikolog tentu akan melakukan metode yang berbeda. Seorang psikolog akan melakukan terapi psikososial sementara psikiater akan memberikan terapi psikoterapi atau psikofarmakologi.

7. Penyebab Penyakit

Ketika menghadapi seorang pasien, seorang psikolog dan psikiater memiliki metode berbeda untuk menentukan penyebab penyakit si pasien. Seorang psikiater lebih fokus untuk menyelidiki gejala dari sisi medis seperti kelainan syaraf. Semetara psikiater akan menyelidiki gejala dari sisi non medis seperti pola asuh atau trauma si pasien.

8. Pengobatan

Perbedaan psikolog dan psikiater selanjutnya adalah dari hal pemberian resep dan obat. Karena memiliki latar belakang ilmu kedokteran, maka seorang psikiater boleh memberikan resep obat-obatan untuk menangani masalah pasiennya. Sementara psikolog tidak berhak memberikan resep medis ataupun obat-obatan untuk dikonsumsi pasiennya.

Baca Juga:  10 Cara Menjadi Psikiater Yang Perlu Kamu Ketahui

9. Tes Diagnosa

Ketika menangani seorang pasien, psikiater akan memberikan serangkaian tes medis seperti pemeriksaan fisik atau tes laboratorium sesuai kebutuhan. Sementara seorang psikiater akan memberikan tes semacam tes IQ, tes kepribadian, dan tes-tes semacamnya.

10. Fungsi

Pada intinya, psikolog dan psikiater sama-sama berperan untuk membantu masalah mental seseorang. Hanya saja, fungsi seorang psikolog lebih ke arah untuk menjadi tempat berkonsultasi si pasien. Sementara fungsi psikiater lebih ke arah untuk memberikan pengobatan.

Itulah 10 perbedaan psikolog dan psikiater dilihat dari berbagai aspek sehingga Kamu tahu harus datang kemana untuk mengkonsultasikan permasalahanmu.