Perbedaan Konselor Dan Psikolog

Image: canva.com

Apakah Keduanya Sama? Berikut Perbedaan Konselor Dan Psikolog!

Dalam dunia profesional, profesi konselor dan psikolog seringkali dianggap sama. Memang benar jika keduanya sama-sama bekerja di bidang yang berhubungan dengan psikologi atau kepribadian. Namun, apakah keduanya memang sama? Ternyata jawabannya adalah tidak. Berikut ini perbedaan konselor dan psikolog yang perlu Kamu ketahui:

1. Pendidikan Psikolog

Mereka yang berprofesi sebagai psikolog harus mendapatkan program pendidikan yang tepat. Jenjang pendidikannya adalah S1 Psikologi lalu lanjut ke magister atau master profesi psikologi.

2. Pendidikan Konselor

Konselor merupakan profesi yang berasal dari latar belakang pendidikan sarjana pendidikan atau magister pendidikan. Konselor ini kemudian akan lanjut ke bidang spesialisasi konselor. Umumnya gelar yang didapat adalah M.K atau M.A, sama seperti gelar dari jurusan bimbingan dan konseling dengan psikolog.

Baca Juga:  Sebagai Persiapan, Penuhi Syarat Menjadi Konselor Profesional Berikut

3. Lingkup Kerja Psikolog

Pada dasarnya lingkup kerja psikolog jauh lebih luas daripada konselor. Psikolog bisa bekerja di berbagai bidang. Profesi ini biasanya dibutuhkan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan bimbingan psikologi.

4. Lingkup Kerja Konselor

Seorang konselor memiliki lingkup kerja yang jauh lebih kecil. Umumnya, konselor ini dibutuhkan di lembaga pendidikan seperti sekolah-sekolah. Secara otomatis cakupan klien konselor juga akan lebih kecil daripada psikolog.

5. Fokus Kerja Psikolog

Profesi psikolog memiliki fokus kerja memberi solusi terbaik untuk masalah gangguan jiwa atau psikis. Biasanya psikolog akan menangani langsung orang-orang yang kondisi jiwanya bermasalah dan butuh bantuan lebih lanjut. Fokus kerja psikolog sangat berhubungan erat dengan kondisi kesehatan mental seseorang.

Baca Juga:  Jadi Konselor? Berikut 10 Tanggung Jawab Konselor Yang Perlu Dipenuhi

6. Fokus Kerja Konselor

Perbedaan konselor dan psikolog berikutnya yang cukup mendasar memang terletak pada fokus kerjanya. Konselor lebih fokus mengatasi masalah yang umumnya terjadi pada orang-orang dengan kondisi mental yang sebenarnya masih berstatus baik.

7. Keperluan Tes Psikolog

Seorang psikolog bisa melakukan tes kepada kliennya untuk mengetahui seberapa parah gangguan mental yang dialami klien. Tes ini dilakukan sesuai dengan prinsip psikologi dengan tujuan menyembuhkan klien.

8. Tes oleh Konselor

Pada dasarnya tes psikologi tidak mungkin dilakukan oleh konselor karena hanya psikolog yang bisa melakukannya. Namun, konselor yang sudah mendapatkan pelatihan dan memiliki kompetensi yang memadai bisa melakukan tes tersebut.

Baca Juga:  10 Alasan Menjadi Psikolog Bagi Kamu Yang Masuk Bimbang

9. Psikolog Bisa Menangani Gangguan Jiwa

Seorang psikolog bisa menangani gangguan kejiwaan yang dialami oleh seseorang. Jadi memang lingkup kerja psikolog ini jauh lebih luas dan berhubungan erat dengan kondisi medis dari kliennya.

10. Konselor Tidak Menangani Gangguan Jiwa

Lain halnya dengan konselor yang tidak punya kompetensi cukup baik untuk menangani gangguan kejiwaan. Konselor hanya melakukan tugasnya dalam memberikan solusi atas masalah-masalah kliennya namun bukan masalah gangguan jiwa.

Itulah tadi perbedaan konselor dan psikolog. Meskipun berbeda namun dua profesi ini punya tugas yang sama pentingnya. Keduanya juga sangat berperan penting bagi masyarakat lewat tanggung jawab yang dijalankan masing-masing.