Dampak Negatif Sistem Zonasi

Image: canva.com

10 Dampak Negatif Sistem Zonasi PPDB Yang Perlu Dipahami

Sejak tahun 2017, penerimaan peserta didik baru (PPDB) harus menggunakan sistem zonasi, yaitu sistem penerimaan siswa baru sesuai dengan domisili atau zona tempat tinggalnya. Dengan sistem ini, calon peserta didik hanya bisa mendaftar di sekolah negeri yang jaraknya dekat atau masih satu zona dengan tempat tinggalnya. Meskipun tujuannya baik, dampak negatif sistem zonasi tidak bisa dielakkan.

Berikut ini adalah 10 dampak negatif sistem zonasi PPDB sekolah negeri.

1. Beban Mengajar Guru Semakin Besar

Yang pertama, beban mengajar guru semakin besar. Salah satu dampak dari sistem zonasi adalah bercampurnya siswa dengan beragam kemampuan dalam satu kelas. Akibatnya, guru yang harus menyesuaikan diri agar semua siswa mampu menerima pelajaran, baik siswa yang pintar maupun yang kurang.

2. Siswa Yang Lemah Akan Tertinggal

Hal tersebut juga bisa berakibat siswa yang lemah akan semakin tertinggal karena tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

3. Siswa Yang Berprestasi Tidak Punya Tantangan

Tidak hanya siswa yang lemah kemampuannya, siswa yang berprestasi juga bisa terkena dampak negatif sistem zonasi ini. Dikarenakan guru menyesuaikan proses pembelajaran agar bisa diikuti oleh semua siswa, mereka yang berprestasi akan kekurangan motivasi karena tidak punya tantangan dalam belajar.

4. Sekolah Negeri Tidak Tersebar Secara Merata

Sistem zonasi ini terkesan buru-buru diterapkan. Padahal kenyataan di lapangan, sekolah negeri belum tersebar secara merata di suatu daerah.

Baca Juga:  Apa Itu Jalur Zonasi Pada PPDB? Definisi Jalur Zonasi Adalah ...

5. Peserta Didik Yang Domisilinya Jauh Tidak Punya Akses

Akibat dari poin keempat itu, peserta didik yang domisilinya jauh jadi tidak punya akses ke sekolah negeri terbaik kecuali benar-benar berprestasi.

6. Sekolah Swasta Kehilangan Calon Peserta Didik

Yang keenam, sekolah swasta yang lokasinya dekat dengan sekolah negeri favorit akan kehilangan calon peserta didik potensial karena mereka lebih memilih sekolah negeri.

7. Sistem Zonasi Melanggar Hak Anak

Yang ketujuh, sistem zonasi ini juga melanggar hak anak terkait kebebasan memilih dan mengakses pendidikan yang bermutu.

8. Daerah Di Indonesia Memiliki Karakter Yang Berbeda

Daerah di Indonesia memiliki karakter yang berbeda-beda. Tidak semua wilayah bisa disamakan. Seharusnya, sistem ini tidak diterapkan secara penuh dan serentak di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  10 Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Zonasi PPDB

9. Pertemanan Yang Sempit

Dampak negatif sistem zonasi berikutnya adalah pertemanan siswa menjadi sangat sempit. Teman-teman sekolahnya adalah teman-teman yang biasa ditemui di sekitar tempat tinggalnya.

10. Semakin Marak Pemalsuan Data

Yang terakhir, sistem zonasi membuat semakin maraknya pemalsuan data, terutama SKTM, KK, dan surat keterangan domisili.

Nah, itulah 10 dampak negatif sistem zonasi PPDB sekolah negeri. Dengan mengetahui dampak negatif dari sistem yang sudah ada sejak tahun 2016 ini, diharapkan Kamu akan semakin kritis dengan kebijakan pemerintah, terutama di bidang pendidikan. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan Kamu terkait sistem zonasi.