Pada masa pendaftaran siswa baru tahunini, Kementerian Pendidikan telah menetapkan sistem zonasi, dimana penerimaan siswa akan mempertimbangkan jarak sekolah dengan jarak tempat tinggal murid tersebut. Sistem ini juga memiliki beberapa kelebihan. Lebih lengkapnya Kamu bisa menyimak 10 dampak positif sistem zonasi berikut.
1. Jarak Sekolah Dan Rumah Yang Lebih Dekat
Sistem zonasi membuat jarak antara sekolah dengan rumah para siswa menjadi lebih dekat. Dengan sistem ini, jarak antara rumah murid dengan sekolah juga akan menjadi pertimbangan utama lolos tidaknya calon siswa di sekolah tersebut.
2. Lebih Menghemat Biaya
Dengan jarak sekolah yang lebih dekat dengan jarak rumah, maka otomatis biaya yang harus dipersiapkan orang tua untuk bekal anak ke sekolah juga menjadi lebih hemat, karena bisa menghemat biaya transportasi.
3. Lebih Menghemat Waktu
Bukan hanya biaya saja, dengan jarak sekolah yang lebih dekat dengan rumah, anak juga bisa lebih menghemat waktu untuk pergi atau pulang ke sekolah. Ini akan membuat resiko datang terlambat ke sekolah menjadi lebih kecil.
4. Orang Tua Bisa Lebih Mengawasi
Dengan jarak sekolah yang dekat dengan jarak rumah, maka orang tua juga bisa lebih mengawasi bagaimana perkembangan anak saat mereka berada di sekolah dengan lebih mudah.
5. Menghapuskan Stigma Sekolah Favorit
Dampak positif sistem zonasi selanjutnya adalah agar bisa menghapuskan stigma sekolah favorit seperti yang umum dikenal sebelum-sebelumnya. Dengan sistem ini, setiap sekolah bisa menjadi favorit.
6. Pemerataan Akses Pendidikan
Sistem zonasi juga memberi manfaat untuk meratakan akses pendidikan. Dengan adanya sistem ini, pendidikan tidak hanya difokuskan di sekolah-sekolah tertentu saja, melainkan juga untuk sekolah-sekolah di daerah.
7. Mendorong Kualitas Setiap Sekolah
Dengan pemerataan pendidikan, maka kini setiap sekolah juga bisa semakin meningkatkan kualitas pengajaran mereka, bukan hanya sekolah yang dirasa menjadi sekolah unggulan saja.
8. Komposisi Siswa Lebih Heterogen
Jika dulunya ada pengkategorian sekolah favorit dan non favorit, maka umum diketahui bahwa anak-anak pintar lebih memilih di sekolah favorit sehingga murid yang berada dalam satu kelas terkesan tidak merata dan tidak heterogen. Hal ini tentu tidak baik bagi persaingan dan pembelajaran dalam kelas tersebut.
9. Mendorong Persaingan Siswa Lebih Sehat
Dengan suasana kelas yang lebih heterogen, maka akan tercipta persaingan yang lebih sehat dan lebih kompetitif di antara para murid dalam kelas tersebut.
10. Meratakan Kebutuhan Kuota Guru
Sistem zonasi juga berdampak agar pemerintah bisa mengetahui bagaimana kapasitas guru atau tenaga pengajar di suatu sekolah. Misalnya pada daerah tertentu sebuah sekolah menerima banyak siswa namun kekurangan tenaga guru, maka pemerintah akan menambah kuota guru untuk sekolah tersebut.
Itulah beberapa dampak positif sistem zonasi yang dijalankan dalam dunia pendidikan. Semoga informasi di atas bisa menambah wawasan Kamu, ya.