Preschool atau PAUD merupakan jenjang pendidikan anak usia dini yang tren dikalangan ibu. Ternyata ada dampak positif yang bisa didapatkan si kecil mengikuti sistem pembelajaran di sekolah. Tetapi, kamu juga harus melihat kesiapan mental si kecil lho! Perlukah anak masuk preschool dewasa ini?
Alasan Anak Perlu Masuk Preschool Atau PAUD
Menyekolahkan anak sejak usia dini di bangku prasekolah merupakan hal yang wajar. Orangtua menginginkan sistem pembelajaran terbaik untuk mengoptimalkan perkembangan emas buah hati. Berikut 5 alasan anak perlu masuk preschool atau PAUD.
1. Bisa Memiliki Prestasi Akademik
Siapa yang tidak menginginkan si kecil memiliki prestasi akademik? Ya, lembaga pendidikan PAUD bisa menjadi solusi mengenalkan mata pelajaran pada anak sejak usia dini.
2. Kesiapan Anak Memasuki Sekolah
Bangku PAUD bisa menjadi membantu mempersiapkan si kecil memasuki pendidikan dasar kelak. Efek positif akan terasa saat si kecil mulai bisa berhitung, membaca dan sebagainya.
3. Meningkatkan Perkembangan Sosial
Memasuki lembaga sekolah yang berbaur dengan teman sebaya akan mengajarkan si kecil bersosialisasi, belajar berkomunikasi, bekerja sama dengan teman dan sebagainya.
4. Meningkatkan Perkembangan Emosional
Anak-anak bisa belajar mengenal diri sendiri, lingkungan pergaulan dan sekolah dan bisa membangun kepercayaan diri. Kamu bisa meningkatkan perkembangan emosional ke arah lebih baik dengan memasukkan anak ke PAUD.
5. Memberikan Kesenangan Pada Anak
Lembaga PAUD lebih memprioritaskan kenyamanan si kecil belajar sehingga ia akan merasa senang bisa bermain. Anak akan bermain bersama teman sebaya, eksplorasi dan bereksperimen.
Alasan Anak Tidak Perlu Masuk Preschool Atau PAUD
Perlukah anak masuk preschool? Kalau si kecil memang memiliki kesiapan mental dan senang belajar hal baru, kenapa tidak? Namun, kamu harus mempertimbangkan 5 alasan tidak perlu masuk preschool atau PAUD berikut ini.
1. Mempengaruhi Psikologis Anak
Si kecil yang belum siap belajar bisa saja mengalami kejenuhan dan tertekan selama harus mengikuti pembelajaran di PAUD. Tentu saja hal ini bisa berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak kedepannya.
2. Orangtua Berperan Mendukung Perkembangan Anak
Banyak orangtua yang menjadikan alasan PAUD sebagai tempat belajar sembari bermain. Ternyata anak mungkin lebih bisa belajar dengan nyaman di rumah bersama orangtua.
3. Berdampak Pada Prestasi Akademik
Anak yang masuk sekolah terlalu dini bisa saja mengalami kemunduran prestasi saat ia besar. Hal ini opsional tergantung kondisi si kecil. Namun, memaksakan kehendak orangtua bisa saja menyebabkan anak mogok sekolah saat ia berada di bangkus SD atau menjadi pribadi yang suka bolos sekolah.
4. Bisa Menyebabkan BLAST
Berdasarkan Psikologi Indonesia, anak yang belum siap sekolah namun dipaksa masuk PAUD bisa mengalami BLAST (Bored, Lonely, Angry, Stress, Tired). Jelas kamu tidak ingin si kecil mengalami hal yang sama, bukan?
5. Persiapan Finansial
PAUD merupakan lembaga pendidikan prasekolah yang biasa dikelola swasta sehingga kamu harus memiliki rencana finansial yang mapan. Jika tidak yakin dengan biaya pendidikan preschool, sebaiknya rencanakan anggaran untuk pendidikan dasar si kecil saja.
Nah, mana yang sesuai dengan anak kamu? Lihat perkembangan dan kemauan si kecil agar kamu tak lagi bertanya perlukah anak masuk preschool. Jangan memaksakan ego orangtua semata ya!