Di Indonesia, mungkin Kamu sudah banyak menjumpai seseorang yang mengambil pendidikan farmasi. Namun seringkah Kamu menjumpai pendidikan apoteker? Nah, pendidikan keprofesian yang hanya berlangsung selama 1 tahun ini memang jarang dipilih oleh mereka yang telah lulus farmasi. Padahal, prospek kerjanya sangat bagus lho. Bagi Kamu yang berminat, berikut ada 10 cara menjadi apoteker yang benar.
Sama halnya dengan dokter dan perawat, seorang apoteker juga sangat diperlukan oleh masyarakat dan kehadirannya tidak tergantikan. Pasalnya, seorang apoteker lah yang memberikan obat ketika Kamu sakit dan membelinya di apotek atau klinik. Meskipun dengan resep dokter, tanpa seorang apoteker, Kamu tidak akan bisa mendapat obat yang Kamu butuhkan. Lalu, seperti apa 10 cara menjadi apoteker yang benar?
1. Berasal Dari Jurusan IPA
Untuk menjadi seorang apoteker, maka Kamu harus berasal dari jurusan IPA ketika di SMA. Meski IPS masih bisa masuk jika mampu, namun alangkah baiknya jika Kamu berasal dari IPA lantaran dasar ilmunya sudah ada dan bisa dilanjutkan dengan mudah di bangku perkuliahan.
2. Pilih Pendidikan Strata 1 Farmasi
Agar bisa mengambil pendidikan apoteker, maka Kamu harus mengambil dulu pendidikan S1 Farmasi di universitas. Pasalnya, gelar apoteker baru bisa Kamu terima jika Kamu sudah menempuh 3,5 – 5 tahun pendidikan farmasi dan keprofesiannya.
3. Memilih Jurusan Farmasi Terbaik
Agar Kamu bisa mendapat pendidikan maksimal, maka Kamu harus memilih jurusan farmasi terbaik. Usahakan pilih jurusan dengan passing grade yang tinggi karena ini menandakan jurusan tersebut terkenal, bagus, dan berkualitas.
4. Memilih Universitas Terbaik
Tidak hanya fokus pada jurusan, Kamu juga harus fokus memilih universitas yang Kamu masuki. Usahakan pilih universitas negeri atau swasta yang kualitasnya sudah terjamin dalam bidang farmasi.
5. Pilih Akreditasi A
Cara termudah untuk mengetahui apakah universitas dan jurusan tersebut berkualitas atau tidak adalah dengan melihat akreditasinya. Jangan pernah memilih pendidikan farmasi dengan akreditasi C karena ini akan menyusahkanmu dalam mencari kerja karena biasanya, perusahaan atau instansi akan memprioritaskan akreditasi A dan B.
6. Tahan Dengan Banyak Materi
Belajar menjadi seorang apoteker memang berat. Untuk itu, Kamu harus tahan dengan berbagai materi, seperti obat sintetik, bakteri, hingga hewan percobaan.
7. Lalui Proses Praktikum Dan Magang
Setelahnya, jangan lupa melalui proses praktikum dan magang agar Kamu bisa belajar menjadi seorang apoteker yang handal. Kegiatan ini paling tidak wajib Kamu lakukan selama 2 – 3 bulan lamanya.
8. Lulus Pendidikan Farmasi
Setelah melalui semua proses tersebut, Kamu wajib lulus dan meraih gelar Sarjana Farmasi agar bisa menjadi seorang apoteker.
9. Sumpah Menjadi Apoteker
Sehabis melalui pendidikan keprofesian, Kamu akan diangkat sumpah menjadi apoteker. Setelah ini, Kamu bisa bekerja deh.
10. Lanjutkan Menimba Ilmu Di Setiap Tempat
Terakhir, Kamu harus senantiasa mau belajar di setiap tempat karena ilmu farmasi itu selalu berkembang.
Demikian ulasan mengenai 10 cara menjadi apoteker yang wajib Kamu ketahui. Semoga bermanfaat.