Perbedaan IP Dan IPK

Image: canva.com

Apa Perbedaan IP Dan IPK ? Berikut Penjelasan Lengkapnya Nih

Ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi sejak awal masuk kuliah, maka pastikan Kamu belajar dengan baik. Pasalnya, Kamu akan mendapatkan IP atau Indeks Prestasi yang berpengaruh pada IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif nantinya. Nilai yang bagus juga berpeluang memberikan kemudahan untuk Kamu dalam mendapatkan beasiswa atau peluang pekerjaan setelah lulus kuliah. Kamu yang baru berada di semester awal, maka pastikan tahu perbedaan IP dan IPK lebih dulu.

Supaya Kamu bisa menjadi salah satu mahasiswa yang berprestasi dengan peluang karir bagus saat masih berstatus mahasiswa atau selepas lulus kuliah, maka simak perbedaan IP dan IPK berikut :

1. Pengertian

IP merupakan kependekan dari Indeks Prestasi atau nilai rata-rata yang didapatkan dari semua nilai mata kuliah dalam satu semester.

IPK merupakan singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif atau akumulasi nilai tiap mata kuliah selama mahasiswa menempuh pendidikan di jurusan kuliah tersebut, misalnya IPK bisa dihitung mulai semester kedua, ketiga hingga masa studi berakhir atau IPK akhir.

2. Cara penghitungan

Rumus menghitung IP dalam satu semester adalah (jumlah (SKS x poin)) / jumlah SKS

Misalnya IP semester I = 72/20 = 3.60

Rumus penghitungan IPK = (jumlah kumulatif ( SKS x poin)) / jumlah kumulatif SKS

Misalnya IPK semester II = 140/42= 3.33

IPK akhir saat wisuda tinggal mengkalkulasikan jumlah kumulatif sesuai rumus di atas, ya! Tentu mahasiswa wajib meningkatkan nilai IPK setiap akhir semester mulai semester kedua dan seterusnya agar IPK akhir maksimal.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Mendapatkan IPK Tinggi Saat Kuliah? Ini 10 Cara

Selain itu, Kamu wajib tahu metode penghitungan poin berdasarkan nilai per mata kuliah yaitu nilai A punya 4 poin, nilai B 3 poin, nilai C 2 poin, nilai D 1 poin, sedangkan nilai E tidak memiliki poin. Tidak hanya pemilik nilai D dan E yang harus mengulang mata kuliah, tetapi Kamu yang punya nilai C dan B bisa mengulang mata kuliah untuk memperbaiki nilai yang diinginkan.

3. Manfaat IP dan IPK

Manfaat dari IP untuk mengetahui hasil belajar Kamu dalam satu semester terkait. Tentu IP tinggi akan berpengaruh pada IPK setiap akhir semester kedua hingga semester akhir nanti. Pastikan Kamu punya IP tinggi setiap akhir masa satu semester guna meningkatkan potensi IPK naik alih-alih turun, ya!

Hasil IP tersebut berpengaruh pada berapa SKS yang bisa Kamu ambil pada semester depan. Mahasiswa yang cerdas dengan IP tinggi setiap semester punya peluang untuk menyelesaikan pendidikan lebih cepat dari mahasiswa lain, misalnya rentang S1 bisa selesai dalam waktu 3-3,5 tahun saja.

Baca Juga:  Ketahui Apa Itu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Dan Hal Lainnya

Manfaat dari IPK untuk mengetahui hasil kumulatif belajar Kamu dalam beberapa semester hingga semester delapan atau IPK akhir saat wisuda nanti. IPK yang tinggi sangat berdampak pada karir Kamu sejak masih kuliah, misalnya mendapatkan beasiswa, menjadi asisten dosen hingga melamar pekerjaan. Bila Kamu penerima beasiswa tertentu, maka pastikan menjaga IPK tetap berada batas yang ditentukan agar tidak mengalami beasiswa dicabut yayasan atau pemberi beasiswa terkait.

Kini Kamu sudah tahu perbedaan IP dan IPK sebelum siap memulai masa belajar di kampus.