Indeks Prestasi Kumulatif

Image: canva.com

Ketahui Apa Itu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Dan Hal Lainnya

Siapa yang tidak ingin memiliki prestasi yang bagus dengan nilai memuaskan? Semua siswa pasti menginginkan prestasi akademik yang bagus sejak duduk di bangku sekolah dasar. Hal serupa berlaku untuk mahasiswa yang wajib memperhatikan IP agar punya IPK yang bagus. IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif bisa menjadi salah satu acuan dalam melamar pekerjaan, lho! Yuk, pahami berbagai hal mengenai IPK lebih dulu!

Kamu yang belum pernah kuliah atau berencana kuliah, setidaknya perlu memahami Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK sebagai tambahan wawasan berikut :

1. Pengertian IPK

Merupakan nilai rata-rata dari konversi nilai tiap mata kuliah selama Kamu belajar atau menempuh jurusan kuliah tersebut.

2. Fungsi IPK

Sebagai indeks prestasi, IPK merupakan salah satu skala kualitas belajar yang acap menjadi pertimbangan perusahaan dalam mengetahui hasil pembelajaran pelamar selama kuliah.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Mendapatkan IPK Tinggi Saat Kuliah? Ini 10 Cara

3. Rumus Penghitungan IPK yang benar

Rumus IPK= (jumlah kumulatif (SKS x poin)) / (jumlah kumulatif SKS) alias konversi semua nilai Kamu sejak awal sampai akhir, misalnya IPK pada semester kedua, ketiga dan seterusnya.

4. Contoh penghitungan IPK

Nilai A memiliki 4 poin, B akan dihitung 3 poin, C 2 poin, sedangkan D 1 poin, E adalah 0 poin. Tinggal kalikan poin dengan jumlah SKS, misalnya Kamu belajar Statistika Bisnis mendapat nilai A untuk 3 SKS, maka poin Kamu adalah 12.

Misalnya total poin yang Kamu dapatkan selama tiga semester adalah 156 sedangkan jumlah SKS adalah 41, maka hitung IPK = 156/41= 3.80

5. IPK bisa semakin naik atau turun

Hal ini bisa dilihat dari poin IP Kamu pada akhir semester, ya! Bila IP Kamu semakin tinggi setiap semester, maka potensi IPK akhir tinggi sangat memungkinkan, begitu pula sebaliknya. Tidak heran bila mahasiswa yang mendapatkan nilai D atau C bisa mengulang mata kuliah untuk memperbaiki nilai tersebut.

Baca Juga:  Untuk Referensi, Ini Cara Menghitung IPK Biar Gak gagal Paham

6. Anggapan tentang IPK

Seseorang yang lulus dengan nilai IPK tinggi dianggap memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

7. Kesempatan lebih menarik untuk IPK bagus

Bila Kamu punya IPK bagus sepanjang menjalani semester awal jelang semester akhir, maka Kamu punya kesempatan menyusun skripsi lebih awal dan bisa menjadi asisten dosen.

8. Manfaat IPK tinggi setelah lulus kuliah

IPK yang tinggi bisa membantu Kamu untuk menemukan pekerjaan yang tepat, misalnya perusahaan atau instansi pemerintah yang menetapkan lulusan jurusan tertentu dengan IPK minimal 2.75 atau 3.00 sehingga Kamu perlu mendapatkan IPK tinggi. Tidak hanya itu, IPK tinggi sangat berpeluang dalam mendapatkan beasiswa pascasarjana.

Baca Juga:  Apa Perbedaan IP Dan IPK ? Berikut Penjelasan Lengkapnya Nih

9. Standar IPK tinggi

Pada awal semester, Kamu diharapkan punya IPK lebih dari 3,00 sebab materi hampir sama dengan apa yang Kamu pelajari di jenjang SMA/Sederajat. Standar IPK yang bagus disebut cumlaude bila lulus dengan nilai 3,51-3,79, magna cumlaude lulus dengan IPK 3,80-3,99 dan summa cumlaude bila IPK 4,00 atau level tertinggi.

10. Tips mendapatkan IPK tinggi

Tentu Kamu harus rajin belajar, berusaha aktif di kelas, rajin dan tidak pernah absen pada setiap mata kuliah, mengulang mata kuliah yang memiliki nilai kurang, dan lain-lain.

Yuk, tingkatkan belajar dari modul atau rajin bertanya pada senior agar nilai Indeks Prestasi Kumulatif Kamu tinggi kelak!