Jenis Jenis Auditor

Image: canva.com

Jenis Jenis Auditor Sebaiknya Kamu Pahami Sebelum Kerja Di Bidang Ini

Pemeriksaan pencatatan keuangan di perusahaan menjadi hal paling penting agar tidak ada risiko kesalahan atau kecurangan yang bisa merugikan perusahaan. Oleh sebab itu, setiap perusahaan membutuhkan jasa auditor internal yang memiliki tugas melakukan pemeriksaan dan pelaporan keuangan ini. Bisa juga memakai jasa auditor eksternal yang akan membantu menelaah dan mendeteksi kesalahan dalam pelaporan tersebut. Jika Kamu mengambil program Akuntansi dan tertarik menjadi auditor kelak, maka ketahui dulu jenis-jenis auditor lebih dulu.
Jenis-jenis auditor dan tugasnya.

Di Indonesia, Kamu bisa menjadi auditor di lingkup internal, eksternal atau menjadi akuntan publik yang bertugas di Kementerian Keuangan atau lembaga BPK Indonesia. Sebelum menjadi auditor yang profesional, maka kenali jenis-jenis auditor dan gambaran tugasnya secara singkat berikut :

Baca Juga:  Pekerjaan Auditor Ngapain Aja? Yuk Pahami Penjelasan Berikut Ini!

1. Auditor internal

Karyawan perusahaan bertugas untuk melakukan pemeriksaan pada pencatatan keuangan atau perpajakan di perusahaan, bila menemukan indikasi kesalahan atau kecurangan bisa melapor ke bagian komite audit dewan direksi.

2. Auditor eksternal

Tugas seorang auditor eksternal adalah melakukan pengecekan dan menentukan keakuratan catatan akuntansi sebuah perusahaan. Auditor eksternal tidak terpengaruh pihak lain alias netral sehingga bisa memberikan kredibilitas laporan keuangan tersebut. Pemegang saham di perusahaan besar membutuhkan para auditor eksternal yang profesional untuk memberikan laporan keuangan yang benar-benar transparan.

3. Auditor forensik

Bertugas melakukan investigasi penipuan yang melibatkan penghindaran pajak, pencucian uang, penyalahgunaan dana, kerugian kasus klaim asuransi, klaim perusahaan atas kelalaian akuntan profesional, dan lain-lain.

Baca Juga:  Mau Jadi Auditor? Pahami Perbedaan Audit Internal Dan Eksternal Berikut

4. Auditor perpajakan

Auditor perpajakan yang bertugas dalam melakukan pengecekan atau pemeriksaan keakuratan pengembalian pajak perusahaan. Tim juga akan menilai apakah nilai pajak yang dibayarkan pada pemerintah berada di atas atau bawah kewajiban pajak terkait.

5. Auditor sektor publik

Auditor sektor publik bertugas melakukan pengecekan dan pemeriksaan pada laporan keuangan perusahaan atau organisasi milik negara dibawah pengawasan auditor jenderal. Pasalnya, organisasi atau perusahaan milik negara harus dikelola dengan tata atau prosedur yang sesuai aturan pemerintah. Bila ada kejanggalan dalam tata kelola tersebut, maka tim audit sektor publik akan turun tangan.

6. Auditor sistem informasi

Tugas dari auditor sistem informasi adalah menilai kontrol relevan dalam infrastruktur sebuah organisasi, misalnya desain sistem dan pengendalian internal, efisiensi dan efektivitas operasional, privasi dan keamanan data perusahaan, dan masih banyak hal lain. Nantinya auditor juga akan menilai dampak lingkungan dan sosial organisasi terhadap kegiatan ekonomi.

Baca Juga:  10 Syarat Menjadi Auditor Yang Perlu Kamu Penuhi

Dengan memahami jenis-jenis auditor di atas, Kamu bisa memiliki tujuan atau cita-cita setelah lulus kuliah nanti. Mau menjadi auditor laporan keuangan perusahaan, auditor perpajakan atau auditor lingkungan pun, Kamu bisa mewujudkannya mulai sekarang. Pastikan Kamu menempuh program pendidikan yang relevan dan memiliki kepribadian teliti, sabar dan bertanggungjawab terhadap pemeriksaan laporan tanpa intervensi pihak mana pun, ya!