Pemeriksaan pencatatan keuangan di perusahaan menjadi hal paling penting agar tidak ada risiko kesalahan atau kecurangan yang bisa merugikan perusahaan. Oleh sebab itu, setiap perusahaan membutuhkan jasa auditor internal yang memiliki tugas melakukan pemeriksaan dan pelaporan keuangan ini. Bisa juga memakai jasa auditor eksternal yang akan membantu menelaah dan mendeteksi kesalahan dalam pelaporan tersebut. Jika Kamu mengambil program Akuntansi dan tertarik menjadi auditor kelak, maka ketahui dulu jenis-jenis auditor lebih dulu.
Jenis-jenis auditor dan tugasnya.
Di Indonesia, Kamu bisa menjadi auditor di lingkup internal, eksternal atau menjadi akuntan publik yang bertugas di Kementerian Keuangan atau lembaga BPK Indonesia. Sebelum menjadi auditor yang profesional, maka kenali jenis-jenis auditor dan gambaran tugasnya secara singkat berikut :
1. Auditor internal
Karyawan perusahaan bertugas untuk melakukan pemeriksaan pada pencatatan keuangan atau perpajakan di perusahaan, bila menemukan indikasi kesalahan atau kecurangan bisa melapor ke bagian komite audit dewan direksi.
2. Auditor eksternal
Tugas seorang auditor eksternal adalah melakukan pengecekan dan menentukan keakuratan catatan akuntansi sebuah perusahaan. Auditor eksternal tidak terpengaruh pihak lain alias netral sehingga bisa memberikan kredibilitas laporan keuangan tersebut. Pemegang saham di perusahaan besar membutuhkan para auditor eksternal yang profesional untuk memberikan laporan keuangan yang benar-benar transparan.
3. Auditor forensik
Bertugas melakukan investigasi penipuan yang melibatkan penghindaran pajak, pencucian uang, penyalahgunaan dana, kerugian kasus klaim asuransi, klaim perusahaan atas kelalaian akuntan profesional, dan lain-lain.
4. Auditor perpajakan
Auditor perpajakan yang bertugas dalam melakukan pengecekan atau pemeriksaan keakuratan pengembalian pajak perusahaan. Tim juga akan menilai apakah nilai pajak yang dibayarkan pada pemerintah berada di atas atau bawah kewajiban pajak terkait.
5. Auditor sektor publik
Auditor sektor publik bertugas melakukan pengecekan dan pemeriksaan pada laporan keuangan perusahaan atau organisasi milik negara dibawah pengawasan auditor jenderal. Pasalnya, organisasi atau perusahaan milik negara harus dikelola dengan tata atau prosedur yang sesuai aturan pemerintah. Bila ada kejanggalan dalam tata kelola tersebut, maka tim audit sektor publik akan turun tangan.
6. Auditor sistem informasi
Tugas dari auditor sistem informasi adalah menilai kontrol relevan dalam infrastruktur sebuah organisasi, misalnya desain sistem dan pengendalian internal, efisiensi dan efektivitas operasional, privasi dan keamanan data perusahaan, dan masih banyak hal lain. Nantinya auditor juga akan menilai dampak lingkungan dan sosial organisasi terhadap kegiatan ekonomi.
Dengan memahami jenis-jenis auditor di atas, Kamu bisa memiliki tujuan atau cita-cita setelah lulus kuliah nanti. Mau menjadi auditor laporan keuangan perusahaan, auditor perpajakan atau auditor lingkungan pun, Kamu bisa mewujudkannya mulai sekarang. Pastikan Kamu menempuh program pendidikan yang relevan dan memiliki kepribadian teliti, sabar dan bertanggungjawab terhadap pemeriksaan laporan tanpa intervensi pihak mana pun, ya!