Hak Cuti Karyawan

Image: canva.com

10 Hak Cuti Karyawan Yang Perlu Kamu Pahami Sebagai Referensi

Setiap karyawan yang bekerja di suatu perusahaan memiliki hak cuti atau libur. Hak cuti karyawan ini diatur oleh pemerintah melalui Undang-Undang Ketenagakerjaan atau yang paling baru dalam Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law.

Ada beberapa kondisi yang memungkinkan bagi karyawan untuk mengambil cuti. Berikut ini adalah 10 hak cuti karyawan yang diatur dalam undang-undang:

1. Cuti Tahunan

Yang pertama adalah cuti tahunan. Kamu sebagai karyawan mendapatkan hak cuti tahunan selama 12 hari jika Kamu sudah bekerja di perusahaan tersebut minimal selama 12 bulan atau satu tahun.

Baca Juga:  Beberapa Hak Cuti Karyawan Kontrak Yang Perlu Kamu Pahami

2. Cuti Sakit

Yang kedua adalah cuti sakit. Jika Kamu sakit dan tidak memungkinkan untuk datang ke kantor dan bekerja, Kamu bisa mengajukan cuti. Ada perusahaan yang memasukkan izin sakit ini sebagai cuti tahunan, ada juga yang tidak. Ketahui aturan ini di perusahaan tempat Kamu bekerja.

3. Cuti Melahirkan

Hak cuti berikutnya adalah cuti melahirkan. Cuti melahirkan ini bisa didapatkan oleh karyawan perempuan selama 3 bulan, yaitu 1.5 bulan sebelum melahirkan dan 1.5 bulan setelah melahirkan.

4. Cuti Besar

Baca Juga:  Jenis Kontrak Kerja Karyawan Yang Perlu Dipahami

Cuti besar adalah jenis cuti yang bisa diambil untuk karyawan yang sudah mengabdi selama 6 tahun berturut-turut. Lamanya cuti besar adalah 2 bulan yang bisa diambil karyawan, masing-masing 1 bulan di tahun ketujuh dan 1 bulan lagi di tahun kedelapan.

5. Cuti Menikah

Yang kelima, Kamu bisa mengajukan cuti untuk alasan menikah. Karyawan yang mengajukan cuti menikah tetap dibayar penuh karena tetap dianggap masuk.

6. Cuti Untuk Kepentingan Anak

Yang keenam adalah cuti untuk kepentingan anak. Misalnya untuk kepentingan menikahkah anaknya, mengkhitankan anak, atau membaptiskan anak. Kamu berhak mendapatkan cuti selama 2 hari dan dibayar.

Baca Juga:  Beberapa Hak Karyawan Tetap Yang Perlu Kamu Pahami

7. Cuti Untuk Istri

Selanjutnya adalah cuti untuk istri. Karyawan laki-laki bisa mengajukan cuti untuk menemani istri yang melahirkan atau keguguran. Kamu berhak atas 2 hari cuti dan dibayar.

8. Cuti Karena Keluarga Meninggal

Hak cuti berikutnya adalah cuti karena anak, pasangan, orang tua, atau mertua meninggal dunia. Kamu berhak atas 2 hari cuti dan dibayar.

9. Cuti Karena Anggota Keluarga Meninggal

Jika ada anggota keluarga lainnya yang masih dalam satu rumah, misalnya paman atau saudara lainnya yang meninggal dunia, Kamu juga bisa mengajukan cuti untuk alasan tersebut. Kamu berhak atas satu hari cuti dan dibayar.

Baca Juga:  10 Alasan Memilih Menjadi Karyawan Sebagai Pilihan Yang Tepat

10. Cuti Haid

Yang terakhir adalah cuti haid. Karyawan perempuan yang mengalami sakit saat menstruasi berhak atas cuti haid ini.

Nah, itulah 10 hak cuti karyawan yang perlu Kamu pahami. Tiap perusahaan memiliki kebijakan dan aturannya masing-masing. Untuk itu, pahami aturan yang berlaku di perusahaan tempat Kamu bekerja terkait hak cuti yang didapatkan oleh karyawan agar Kamu lebih mengerti dan memanfaatkan hak cuti dengan baik. Semoga informasi kali ini bermanfaat buat Kamu.