Semakin Dekat Bonus Demografi

Image: canva.com

Semakin Dekat Bonus Demografi, Bagaimana Peluang Perekonomian RI ?

2019 sudah hampir habis, artinya bangsa Indonesia semakin dekat dengan Bonus Demografi. Bonus Demografi merupakan istilah yang menggambarkan kondisi kependudukan suatu negara, dimana penduduk yang berada pada usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari pada usia tidak produktif.

Berdasarkan kalkulasi Badan Pusat Statistik (BPS), bonus demografi di Indonesia diprediksi akan terjadi pada tahun 2020 hingga 2030. Begitu memasuki tahun 2020, presentase penduduk usia produktif akan mencapai 70% dan usia tidak produktif 30%. Presentase ini akan semakin ideal, dan mencapai puncaknya pada tahun 2028-2030.

Jumlah usia produktif yang mencapai 70% ini memang sangat menguntungkan dari sisi pembangunan. Tingginya jumlah usia produktif akan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Tetapi, perlu kita sadari bahwa bonus demografi yang hanya terjadi sekali dalam sejarah perjalanan sebuah bangsa ini memiliki berbagai risiko. Banyaknya usia produktif ini juga menjadi tantangan terbesar suatu negara karena jika hanya produktif secara usia tetapi tidak produktif secara ekonomi akan menimbulkan masalah bagi negara tersebut.

Baca Juga :  Seberapa Penting Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Investasi Asing Di Indonesia?

Menurut Bapennas saat ini Indonesia memang menghadapi dua tantangan utama terkait ketenagakerjaan, Pertama, sekitar 63 persen tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan sekolah menengah pertama atau lebih rendah. Kondisi tersebut berdampak terhadap produktivitas dan daya saing tenaga kerja yang relatif rendah. Kedua, pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri sehingga menyebabkan industri mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas. Sehingga berbagai permasalahan sosial juga akan bermunculan seperti meningkatnya angka kriminalitas, tingkat pengangguran yang tinggi, dan memberi efek negatif dalam kehidupan sosial.

Untuk mempersiapkan bonus demografi ini Indonesia memerlukan peran dari semua pihak. Berkaca dari negara-negara yang telah berhasil memanfaatkan bonus demografi ternyata peran pendidikan karakter sejak dini sangatlah penting. Maka pembentukan karakter pada saat PAUD, TK, dan SD berupa buang sampah pada tempatnya, belajar mandiri, menjaga sopan santun, dan mempersiapkan diri bahwa akan terus terjadi perubahan adalah hal yang harus ditekuni guna mempersiapkan generasi produktif yang memiliki karakter.

Baca Juga :  Sekilas Tentang Jurusan Pendidikan Khusus, Yang Pingin Jadi Guru ABK

Kementrian Ketenagakerjaan juga melakukan Perluasan Kesempatan Kerja dengan pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) yaitu, teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat teretentu agar dapat disesuaikan dengan aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan berbasis sumber daya yang telah disesuaikan dengan SDM yang ada pada daerah tersebut. Tenaga Kerja Sukarela (TKS) berfungsi meningkatkan kapasitas kelompok dalam aspek manajemen usaha dan meningkatkan kemandirian kelompok usaha tersebut.

Selanjutnya yaitu dengan Program Padat Karya merupakan sistem yang mengutamakan penggunaan tenaga kerja yang cukup banyak baik berupa kegiatan infrastruktur atau kegiatan padat karya produktif (mengoptimalkan sumber daya lokal yang tersedia). Hal terakhir adalah Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yaitu, berusaha disektor informal dan membina pengusaha pemula yang mandiri dan produktid dengan berbasis SDA yang telah disesuaikan dengan SDM yang ada di daerah.

Dalam menghadapi bonus demografi perluasan kesempatan akan lebih adil jika seimbang dengan tenaga kerja yang berkualitas. Terkait dengan hal tersebut pemerintah juga mengadakan Badan Latihan Kerja (BLK) untuk menyediakan SDM berkualitas dengan memperoleh pelatihan vokasi, pelatihan tersebut diadakan di perusahaan milik pemerintah maupun perusahaan milik swasta berupa program magang. Pemerintah juga melakukan pemerataan pendidikan tingkat dasar, menengah, hingga tingkat tinggi guna meminimalisir adanya ketimpangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. Setelah penyediaan fasilitas, dan pelatihan, penyuluhan tentang kewirausahaan juga disosialisasikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  10 Tips Ampuh Mendapatkan Nilai Cumlaude Saat Kuliah

Untuk memanfaatkan peluang bonus demografi, serta mengoptimalkan yang telah disediakan oleh pemerintah masyarakat harus segera bergegas meningkatkan kualitas diri, menggeluti teknologi, memproduksi, hingga membuka lapangan kerja lebih maksimal agar bonus demografi ini tidak menjadi bencana untuk bangsa kita. Koordinasi serta kebijakan yang selaras antar kementerian juga menjadi kunci, karena masing-masing kementerian memiliki programnya sendiri baik sektor kesehatan, pendidikan, maupun penyediaan lapangan kerja.


Kiriman artikel dari:
Ellisa Ade Yunita (ellisa****@*****.com)
Mahasiswa Vokasi, Universitas Indonesia





About Tim Redaksi

Tim penulis yang menerbitkan beberapa artikel seputar sekolah, kuliah dan karir. Selalu berusaha memberikan informasi yang bermanfaat, menarik dan terbaru buat Kamu. Semoga semakin hari tulisan-tulisan yang dihasilkan semakin baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *