Sebelum memasuki dunia kerja, Kamu pasti sudah tidak asing dengan nasehat dari para guru atau senior terkait peningkatan soft skill dan hard skill. Setiap orang pasti punya keahlian paling menonjol yang didapat dari bangku pendidikan atau pelatihan yang dinamakan hard skill, sedangkan soft skill bisa terbentuk karena watak, kepribadian atau pengembangan karakter lebih baik. Sebenarnya, apa perbedaan soft skill dan hard skill secara menyeluruh?
5 Perbedaan Soft Skill Dan Hard Skill Yang Harus Kamu Pahami
Supaya Kamu bisa menyeimbangkan potensi diri, sebaiknya ketahui perbedaan soft skill dan hard skill dalam rangkuman singkat berikut :
1. Pengertian Dan Asal Muasal
Hard skill adalah kemampuan yang didapat dari program pendidikan, pelatihan atau pengulangan terus menerus sehingga punya keahlian tertentu, sedangkan softskill merupakan kemampuan yang berkembang dari besaran kecerdasan emosional.
2. Beda Pembuktian
Bila hard skill bisa dibuktikan lewat praktik atau kinerja langsung, maka soft skill bisa dibuktikan dari pihak pewawancara atau tim di perusahaan. Misalnya Kamu memiliki keahlian di bidang akuntansi berarti punya hard skill dalam bidang pencatatan keuangan, tetapi bisa saja kurang memiliki soft skill komunikasi dan lain-lain. Setiap orang tentu memiliki keunggulan hard skill dan soft skill masing-masing yang bisa berbeda dengan orang lain.
3. Beda Kaitan Dan Bisa Diubah
Bila hard skill bisa Kamu pelajari di bangku sekolah atau kuliah, bahkan kursus tertentu, maka soft skill berkaitan dengan watak atau kepribadian yang sulit diubah. Namun, bukan berarti Kamu tidak bisa memiliki soft skill yang menonjol, lho! Soft skill bisa ditingkatkan dengan motivasi dan mengikuti seminar atau workshop yang membantu upaya peningkatan tersebut, misalnya kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan lain-lain.
4. Pekerjaan
Dominasi pekerjaan sesuai bidang memang lebih menonjol sebab kebutuhan pekerja profesional di lapangan cukup tinggi. Misalnya Kamu punya hard skill menulis, maka bisa bekerja sebagai seorang penulis digital, copywriting, editor, dan lain-lain.
Jika hard skill dibutuhkan untuk memenuhi kriteria pekerjaan di lapangan langsung, maka soft skill bisa membantu meningkatkan potensi karir Kamu. Misalnya Kamu bekerja sebagai penerjemah yang ahli bahasa asing, maka soft skill komunikasi yang baik bisa menjadi media untuk menarik minat dan kepercayaan klien.
5. Contoh Konkret
Contoh hard skill sangat beragam seperti kemampuan penerjemahan, kemampuan komputer, kemampuan akuntansi, kemampuan pemasaran, dan lain-lain. Sedangkan contoh soft skill antara lain komunikasi, negosiasi, punya tekad dan pantang menyerah, rasa percaya diri, dan masih banyak contoh lainnya.
Dengan mengetahui perbedaan soft skill dan hard skill, maka mulai analisa kemampuan diri Kamu sendiri. Jika ingin mengembangkan soft skill atau hard skill, pilih jenis pendidikan dan materi peningkatan kecerdasan emosional yang sesuai kebutuhan masing-masing.