Beberapa waktu lalu ada pertanyaan yang masuk ke RENESIA melalui email. Pertanyaannya mengenai kebimbangan antara bekerja saja atau lanjut S2 jika tidak ingin jadi akademisi. Berikut pertanyaan lengkapnya dari salah satu pembaca RENESIA dan jawabannya.
Pertanyaan
Selamat siang Bapak/Ibu
Perkenalkan nama saya Irna, saat ini saya sedang kursus bahasa mandarin di Taiwan dan sudah mendapatkan gelar s1 Hotel Management di Indonesia.
Belum lama ini saya mendapatkan beasiswa free 1 Tahun uang sekolah untuk melanjutkan s2 di bidang Bussiness Administration di Universitas di Taiwan. Sebelumnya saya hanya memiliki pengalaman part time saja dan tidak memiliki pengalaman di perusahaan manapun.
Tetapi setelah saya pikir, saya tidak tahu apakah sekarang saya lanjut s2 saja atau langsung bekerja, karena tujuan saya bukan menjadi akademisi, saya hanya ingin bekerja, apalagi saya pikir saya belum punya pengalaman kerja, jadi saya sedang mempertimbangkan apakah lebih baik bekerja saja, atau lanjut s2.
Dari email ini, saya berharap Bapak/Ibu bisa memberikan saran bagi saya, saya percaya Bapak/Ibu mempunyai pengalaman dan kreditasi untuk dibagikan kepada saya.
Terima kasih untuk perhatian Bapak/Ibu
Kiriman: Irna Kristina (irna*********@*mail.com)
Jawaban
Hai kak Irna, sepertinya masalah atau pilihan yang ada di kamu biasa terjadi banyak orang lainnya. Ada yang bisa memutuskan langsung dan ada juga yang masih ragu-ragu. Sah-sah saja karena memang bisa membuat kita galau.
S2 Tidak Sama Dengan Akademisi
Masyarakat di Indonesia menganggap kalau lanjut S2 itu biasanya identik dengan karir dibidang akademisi. Nggak salah memang, namun nggak harus ingin jadi akademisi untuk lanjut S2. Banyak kok perusahaan yang membutuhkan lulusan S2 dan sudah mulai juga lulusan S2 dicari perusahaan-perusahaan besar.
Yang pertama, pisahkan dulu antara S2 harus jadi akademisi. S2 nggak harus jadi akademisi. S2 bisa jadi apa saja tergantung apa yang kita mau. Jadi karyawan boleh, jadi pengusaha boleh.
Kesempatan
Setiap kali kalau ketemu temen pasti aku menyarankan untuk lanjut S2 jika punya kesempatan. Kesempatan itu bisa berupa beasiswa atau biaya sendiri. Kenapa? Percayalah kesempatan sulit datang 2 kali.
Dalam kasus kak Irna ini ada kesempatan beasiswa 1 tahun untuk melanjutkan s2 bidang Bussiness Administration di Taiwan. Kalau saran dari aku, lebih baik ambil kesempatan itu. Banyak lho yang cari kesana-kemari untuk dapat beasiswa tapi hasilnya nihil. Ini bisa jadi kesempatan langka.
Yang membuat bingung adalah karena belum punya pengalaman kerja jadi ragu mau lanjut S2. Kuliah S2 yang ditawarkan hanya 1 tahun. Perlu Kamu tau bahwa 1 tahun bekerja diperusahaan itu nggak terlalu berpengaruh banyak untuk jenjang karir atau jabatan. Bahkan jika bergelar S2 bisa ada kesempatan mendapatkan jabatan atau jenjang karir yang lebih tinggi lagi.
Prospek Karir Ke Depan
Kita tidak tau masa depan seperti apa. Dulu S1 itu jenjang pendidikan yang sudah dianggap hebat sebelum banyak lulusannya. Saat ini S1 itu sudah dianggap biasa karena semua orang bisa mendapatkannya. Saat ini S2 masih dianggap hebat, nggak tau kedepannya apakah S2 sudah dianggap biasa atau tidak.
Perumpamaan yang sederhana bisa kita ambil contoh jika kita punya seekor ayam yang sedang bertelur. Apakah kita hanya ingin menikmati telurnya saja untuk saat ini atau menahan dulu untuk beberapa waktu (menetas dan jadi dewasa) agar bisa menikmati dagingnya yang lebih lezat? Itu pilihan dan semua orang bisa memutuskan tergantung dengan kebutuhan.
Jadi kalau hanya 1 tahun kuliah bisa lulus S2 dibanding dengan mendapatkan pengalaman kerja 1 tahun, lebih baik ambil S2. Wawasan untuk karir kedepannya akan lebih terbuka jika Kamu sudah lulus S2. Tapi kalau memang dari awal tidak ingin lanjut S2, ya lebih baik berkarir saja.
Semoa jawaban singkat ini membantu Kar Irna dan pembaca lainnya. Aku juga udah pernah menuliskan tentang “Lanjut S2 Atau Kerja Dulu, Mana Yang Harus Kamu Lakukan?“. Bagi yang ingin berkonsultasi silahkan kirim pertanyaan Kamu ke RENESIA melalui halaman konsultasi.