Kuliah jurusan Perpajakan bisa menjadi pertimbangan untuk Kamu yang ingin bekerja di sektor pajak kelak. Tidak hanya kuliah di lembaga pendidikan dengan ikatan dinas, Kamu juga bisa mengambil jurusan Perpajakan di kampus negeri atau swasta lain. Jurusan Perpajakan terbuka lebar untuk semua lulusan yang memiliki minat belajar perpajakan dari perspektif hukum, ekonomi dan akuntansi. Nah, apakah jurusan Perpajakan susah dan membuat mahasiswa stress? Berikut fakta yang akan menjawab pertanyaan apakah jurusan Perpajakan susah atau tidak yaitu :
1. Hilangkan kesan rumit dulu
Perpajakan identik dengan jurusan yang dianggap rumit, banyak hitungan dan sebagainya. Sebaiknya hilangkan kesan buruk lebih dulu agar Kamu bisa menatap masa perkuliahan Perpajakan lebih menyenangkan nanti.
2. Terbuka untuk semua kalangan
Memang anak IPS bisa mengambil jurusan Perpajakan yang ada di rumpun SOSHUM, tetapi anak IPA atau Bahasa tetap bisa memilih lintas jurusan dengan belajar ilmu ekonomi dan perpajakan dari nol.
3. Menguasai matematika dasar
Tidak harus pandai matematika dan logika seperti jurusan sulit di rumpun SAINTEK, tetapi Kamu harus menguasai matematika dasar dan statistika dengan baik. Tentu alat bantu kalkulator dan komputer akan membantumu belajar Perpajakan.
4. Wajib suka menghafal dan menalar dengan baik
Selama kuliah Perpajakan nanti, Kamu harus siap menghafal aturan dan tarif perpajakan yang berbeda.
5. Keterampilan yang diutamakan
Belajar ilmu Perpajakan mewajibkan Kamu memiliki keterampilan analitis, kritis, teliti, bisa berpikir sistematis, mampu memecahkan masalah, detail, dan update pada perkembangan ekonomi, digital dan teknologi kekinian.
6. Mata kuliah yang dipelajari
Bagi Kamu yang tertarik pada ilmu ekonomi dan sosial, maka tidak akan susah belajar mata kuliah Perpajakan. Mata kuliah yang akan Kamu pelajari antara lain Pengantar Ilmu hukum, Akuntansi Keuangan, Pengantar Pajak, Akuntansi Biaya, Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Internasional, Auditing, dan lain-lain.
7. Tugas kuliah
Sama seperti mengambil jurusan kuliah di rumpun SOSHUM lain, Kamu akan akrab dengan tugas-tugas kuliah seperti membuat makalah, melakukan penelitian dan laporan perpajakan, presentasi, dan lain-lain. Selama mengikuti perkuliahan dengan normal, bisa dikatakan belajar pajak tidak sesulit bayanganmu.
8. Dinamis
Ilmu Perpajakan dan Akuntansi merupakan ilmu yang dinamis sehingga peraturan bisa berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Kamu yang kuliah jurusan ini bisa mendapatkan banyak ilmu dari kelas kuliah, diskusi, seminar, dan tetap bisa ikut organisasi, kerja paruh waktu, bahkan wirausaha sembari kuliah.
9. Magang dan PKL
Implementasi ilmu Perpajakan bisa diaplikasikan saat magang dan PKL yang menjadi momentum asyik saat Kamu kuliah nanti di perusahaan, kantor atau lembaga negara seperti Bea Cukai, Dirjen Pajak dan lain-lain.
10. Skripsi atau TA
Skripsi menjadi bagian akhir yang menjadi syarat lulus Kamu sebagai S1 Perpajakan atau Administrasi Fiskal. Bagi Kamu yang mengambil D3 Perpajakan akan mengerjakan Tugas Akhir yang menjadi syarat kelulusan setelah menyelesaikan pendidikan, ya! Jangan anggap sulit selama Kamu bisa membagi waktu antara jadwal kuliah, mengerjakan skripsi atau bekerja dengan baik.
Kini ulasan singkat di atas bisa menjawab pertanyaan apakah jurusan Perpajakan susah atau mudah. Tidak ada sesuatu yang susah bila Kamu memiliki minat dan passion di bidang terkait.