Peluang atau Prospek Kerja Farmasi

Image: canva.com

10 Peluang Atau Prospek Kerja Farmasi Dan Gajinya

Di era digital seperti sekarang ini persaingan kerja semakin tinggi. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan sebagai jaminan hidup di masa depan. Untuk memenangkan persaingan kerja, tidak mungkin hanya dengan mengandalkan persaingan fisik. Terlebih lagi jika melihat peluang atau prospek kerja farmasi, instansi perusahaan dan lembaga lain sangat jeli untuk mendapatkan karyawan yang cerdas.

Farmasi merupakan ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan. Farmasi juga menjadi salah satu jurusan bidang kesehatan yang ada di perguruan tinggi. Mahasiswa jurusan farmasi dipersiapkan untuk menjadi peracik obat yang handal. Setelah lulus dari jurusan farmasi, lulusan farmasi bisa melanjutkan pendidikan profesi apoteker untuk bisa bekerja sebagai apoteker.

Selain apoteker, sebenarnya apa saja prospek kerja farmasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini akan dibahas secara lengkap 10 peluang atau prospek kerja farmasi dan perkiraan gajinya.

1. Farmasi Industri

Yang pertama, Kamu bisa bekerja di bidang farmasi industri. Pekerjaan yang sangat didambakan banyak orang untuk bisa bekerja di bidang farmasi industri ini. Berawal dari proses pengabdian terlebih dahulu di bidang industri. Seperti halnya dalam bidang obat, makanan, minuman, dan kosmetik.

Umumnya, Kamu akan ditempatkan pada bagian research and development. Tugasnya adalah menentukan formula, teknik pembuatan dan menentukan spesifikasi bahan bahan baku yang akan digunakan dalam membuat obat.

Pekerja farmasi industri menerima gaji mulai dari Rp.47.487.000,00 sampai dengan Rp.86.071.000,00 per tahun. Jadi, gaji yang diterima sekitar Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.

2. Dunia Pendidikan

Yang kedua, bagi Kamu yang memiliki minat dalam bidang pendidikan, Kamu bisa menjadi guru atau dosen pada jurusan farmasi. Sebagai guru, Kamu bisa mengajar di Sekolah atau SMK Farmasi. Jika Kamu memilih menjadi guru, Kamu tidak harus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Pingin Kuliah Farmasi? Ini Dia Syarat Masuk Fakultas Farmasi

Namun untuk menjadi dosen, Kamu harus menempuh pendidikan minimal S2. Peluang sebagai tenaga pendidik dalam bidang farmasi sangat dibutuhkan. Gaji yang akan diterima pada umumnya tergantung jam mengajar serta jumlah kelas yang diampu. Rata-rata penghasilan yang diterima guru atau dosen yaitu sekitar Rp4.000.000 per bulan belum termasuk tunjangan dan lain-lain.

3. Lembaga Pemerintah

Peluang atau prospek kerja farmasi berikutnya adalah bekerja di lembaga pemerintah. Lembaga resmi pemerintah yang mengurus pelegalan obat dan makanan disebut dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Ini dapat Kamu jadikan prospek kerja jika berminat bekerja di bawah naungan pemerintah.

Disamping itu bisa mencoba pada lembaga lain yang berada di bawah naungan pemerintah seperti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan). Untuk yang bekerja di BPOM rata-rata gaji yang diterima mulai dari Rp4.000.000 tiap bulannya. Sedangkan pekerja BPJS kisaran antara Rp2.500.000 hingga Rp16.500.000 per bulan, tergantung jabatan yang diduduki.

4. Farmasi Manajemen

Yang keempat, Kamu bisa bekerja di bidang manajemen farmasi. Bidang manajemen juga merupakan prospek kerja jurusan farmasi. Manajemen yang dimaksud disini adalah pimpinan yang memiliki tanggung jawab atas berjalannya perusahaan.

Apoteker tidak hanya melulu berkecimpung dengan obat. Namun juga harus bisa menciptakan hubungan yang baik dengan teman seprofesi bahkan yang diluar profesi, dan juga bersama pasien. Rata-rata gaji yang diterima per bulan $ 6607730.

5. Menjadi Pengusaha

Yang kelima, lulusan farmasi juga bisa berkarir sebagai seorang pengusaha. Kamu bisa memulai usaha membuka apotek sekaligus menjadi apoteker di tempat Kamu sendiri. Jika Kamu berminat pada bidang usaha ini, Kamu sebaiknya mulai mencari tahu syarat-syarat mendirikan apotek dan menjadi apoteker.

Baca Juga:  Perkiraan Biaya Kuliah Farmasi Untuk Jenjang S1 Nih

Untuk membuka apotek, beberapa syarat yang dibutuhkan yaitu surat permohonan izin usaha apotek, surat perjanjian akta notaris, surat penugasan, hingga surat sumpah apoteker dan ijazah farmasi. Karena tidak semua orang bisa membuka usaha apotek, ini bisa menjadi kesempatan yang baik bagi Kamu dalam meniti karir.

6. Peneliti Farmasi

Yang keenam, Kamu bisa berkarir sebagai peneliti di bidang farmasi. Lulusan farmasi juga bisa menjadi peneliti farmasi, tidak hanya dalam dunia pendidikan saja. Penelitian yang bisa dilakukan misalnya penelitian terhadap potensi tanaman obat yang saat ini masih melimpah di Indonesia. Bisa juga bekerja di badan penelitian pemerintah misalnya LIPI. Penghasilan yang akan didapatkan umumnya tergantung pada proyek penelitian.

Penghasilan yang didapatkan oleh seorang peneliti di bidang farmasi yaitu sekitar Rp6.000.000 per bulan.

7. Bekerja Di Sektor Swasta

Yang ketujuh, lulusan farmasi juga bisa memilih karir untuk bekerja di sektor swasta. Ada banyak perusahaan swasta yang bergerak di bidang farmasi. Dengan bekal ilmu dan latar belakang pendidikan yang Kamu miliki, Kamu bisa bergabung sebagai salah satu karyawan di perusahaan tersebut.

Penghasilan yang didapatkan oleh lulusan farmasi yang bekerja di sektor swasta yaitu mulai dari Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.

8. Rumah Sakit, Apotek, Dan Laboratorium Klinik

Peluang atau prospek kerja farmasi berikutnya adalah bekerja di fasilitas kesehatan. Bidang utama yang memberikan kesempatan besar bagi lulusan farmasi ada pada bidang layanan kesehatan misalnya rumah sakit, apotek dan juga laboratorium klinik. Untuk menjadi seorang apoteker profesional lulusan farmasi wajib mengambil pendidikan profesi apoteker selama 2 semester dengan jangka waktu 1 tahun.

Baca Juga:  Jurusan Farmasi Terbaik Di Yogyakarta Untuk Jenjang S1

Sertifikat yang sudah dimiliki dapat dijadikan bekal untuk menjadi apoteker yang kemudian bisa mendirikan apotek sendiri. Rata-rata gaji yang diterima oleh apoteker yaitu sekitar Rp3.500.000 per bulan.

9. Farmasi Komunitas

Prospek kerja berikutnya adalah sebagai farmasi komunitas. Yang dimaksud dengan farmasi komunitas yaitu farmasi yang memberikan pelayanan di sarana kesehatan terdekat dengan komunitas masyarakat, seperti apotek, klinik, dan puskesmas.

Kamu bertugas memberikan pelayanan yang berkaitan dengan obat-obatan dalam komunitas masyarakat tertentu. Kamu akan bekerja di fasilitas pelayanan publik terdekat yang bisa diakses oleh komunitas tersebut. Untuk gaji, Kamu bisa mendapatkan penghasilan mulai dari Rp2.500.000 per bulannya.

10. Bagian Administrasi Pelayanan Obat Pada Instansi Pemerintahan, TNI dan Polri

Yang terakhir, Kamu bisa bekerja sebagai bagian administrasi pelayanan obat di instansi pemerintah. Seperti yang sudah di ungkap di atas, bahwa farmasi tidak hanya berurusan dengan obat-obatan, namun juga berurusan dengan makanan, minuman, hingga kosmetik. Misalnya beberapa makanan yang ternyata mengandung bahan kimia dan zat terlarang lain yang bisa diketahui oleh ahlinya saja. Dari profesi ini, Kamu bisa mendapatkan gaji sekitar Rp4.000.000 per bulan.

Itulah 10 peluang atau prospek kerja farmasi yang menjanjikan untuk masa depan lengkap dengan perkiraan gajinya. Jurusan farmasi tidak hanya menjadi jurusan favorit di perguruan tinggi, namun juga menjadi jurusan yang para lulusannya dibutuhkan di industri kesehatan saat ini. Semoga dapat Kamu jadikan inspirasi dan sebagai referensi dalam menentukan jurusan dan karir masa depan. Semoga bermanfaat!