Apakah Jurusan Perpajakan Susah

Image: canva.com

Apakah Jurusan Perpajakan Susah? Berikut 10 Faktanya

Kuliah jurusan Perpajakan bisa menjadi pertimbangan untuk Kamu yang ingin bekerja di sektor pajak kelak. Tidak hanya kuliah di lembaga pendidikan dengan ikatan dinas, Kamu juga bisa mengambil jurusan Perpajakan di kampus negeri atau swasta lain. Jurusan Perpajakan terbuka lebar untuk semua lulusan yang memiliki minat belajar perpajakan dari perspektif hukum, ekonomi dan akuntansi. Nah, apakah jurusan Perpajakan susah dan membuat mahasiswa stress? Berikut fakta yang akan menjawab pertanyaan apakah jurusan Perpajakan susah atau tidak yaitu :

1. Hilangkan kesan rumit dulu

Perpajakan identik dengan jurusan yang dianggap rumit, banyak hitungan dan sebagainya. Sebaiknya hilangkan kesan buruk lebih dulu agar Kamu bisa menatap masa perkuliahan Perpajakan lebih menyenangkan nanti.

2. Terbuka untuk semua kalangan

Memang anak IPS bisa mengambil jurusan Perpajakan yang ada di rumpun SOSHUM, tetapi anak IPA atau Bahasa tetap bisa memilih lintas jurusan dengan belajar ilmu ekonomi dan perpajakan dari nol.

Baca Juga:  Mengenal Beberapa Mata Kuliah Administrasi Fiskal Untuk Jenjang S1

3. Menguasai matematika dasar

Tidak harus pandai matematika dan logika seperti jurusan sulit di rumpun SAINTEK, tetapi Kamu harus menguasai matematika dasar dan statistika dengan baik. Tentu alat bantu kalkulator dan komputer akan membantumu belajar Perpajakan.

4. Wajib suka menghafal dan menalar dengan baik

Selama kuliah Perpajakan nanti, Kamu harus siap menghafal aturan dan tarif perpajakan yang berbeda.

5. Keterampilan yang diutamakan

Belajar ilmu Perpajakan mewajibkan Kamu memiliki keterampilan analitis, kritis, teliti, bisa berpikir sistematis, mampu memecahkan masalah, detail, dan update pada perkembangan ekonomi, digital dan teknologi kekinian.

6. Mata kuliah yang dipelajari

Bagi Kamu yang tertarik pada ilmu ekonomi dan sosial, maka tidak akan susah belajar mata kuliah Perpajakan. Mata kuliah yang akan Kamu pelajari antara lain Pengantar Ilmu hukum, Akuntansi Keuangan, Pengantar Pajak, Akuntansi Biaya, Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Internasional, Auditing, dan lain-lain.

Baca Juga:  10 Peluang Atau Prospek Kerja Administrasi Fiskal Dan Gajinya

7. Tugas kuliah

Sama seperti mengambil jurusan kuliah di rumpun SOSHUM lain, Kamu akan akrab dengan tugas-tugas kuliah seperti membuat makalah, melakukan penelitian dan laporan perpajakan, presentasi, dan lain-lain. Selama mengikuti perkuliahan dengan normal, bisa dikatakan belajar pajak tidak sesulit bayanganmu.

8. Dinamis

Ilmu Perpajakan dan Akuntansi merupakan ilmu yang dinamis sehingga peraturan bisa berubah sesuai dengan perkembangan yang ada. Kamu yang kuliah jurusan ini bisa mendapatkan banyak ilmu dari kelas kuliah, diskusi, seminar, dan tetap bisa ikut organisasi, kerja paruh waktu, bahkan wirausaha sembari kuliah.

9. Magang dan PKL

Implementasi ilmu Perpajakan bisa diaplikasikan saat magang dan PKL yang menjadi momentum asyik saat Kamu kuliah nanti di perusahaan, kantor atau lembaga negara seperti Bea Cukai, Dirjen Pajak dan lain-lain.

Baca Juga:  Perkiraan Biaya Kuliah Administrasi Fiskal Untuk Jenjang S1

10. Skripsi atau TA

Skripsi menjadi bagian akhir yang menjadi syarat lulus Kamu sebagai S1 Perpajakan atau Administrasi Fiskal. Bagi Kamu yang mengambil D3 Perpajakan akan mengerjakan Tugas Akhir yang menjadi syarat kelulusan setelah menyelesaikan pendidikan, ya! Jangan anggap sulit selama Kamu bisa membagi waktu antara jadwal kuliah, mengerjakan skripsi atau bekerja dengan baik.

Kini ulasan singkat di atas bisa menjawab pertanyaan apakah jurusan Perpajakan susah atau mudah. Tidak ada sesuatu yang susah bila Kamu memiliki minat dan passion di bidang terkait.