Perbedaan Guru PAUD Dan Guru TK

Image: canva.com

Suka Mengajar? Ini Perbedaan Guru PAUD Dan Guru TK

Anak-anak merupakan aset penting bangsa yang diharapkan mendapatkan pendidikan yang layak. Mengingat persaingan yang semakin ketat di era depan, anak-anak wajib diberi pendidikan yang sesuai perkembangan zaman tanpa melupakan pendidikan karakter yang berideologi Pancasila sejak dini. Bila Kamu suka dunia anak dan bercita-cita menjadi guru, maka ketahui perbedaan guru PAUD dan guru TK.

Bila Kamu hendak melamar menjadi guru PAUD atau guru TK, maka simak dulu perbedaan guru PAUD dan guru TK berikut :

1. Kualifikasi jenjang pendidikan

Untuk guru PAUD di Indonesia, masih ada banyak lulusan SMA yang menjadi guru PAUD untuk jenjang pendidikan KB, PG, TPA, dan lain-lain. Meskipun demikian, pemerintah dan dinas pendidikan berharap guru PAUD yang masih lulusan SMA dan tidak punya kualifikasi mengajar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Biasanya guru dengan standar lulusan SMA mendapatkan pelatihan mengajar dan kursus.

Untuk guru TK sudah memiliki persyaratan lulusan minimal S1 PGPAUD atau S1 jurusan kependidikan yang lain. Kualifikasi mengajar didapatkan dari bangku formal selain mengikuti pelatihan atau seminar yang diadakan pemerintah terkait.

2. Umur peserta didik yang diajar

Untuk guru PAUD akan mengajar anak-anak usia 2-4 tahun, sedangkan guru TK mengajar anak-anak usia 4-6 tahun.

3. Rasio guru dengan jumlah murid

Rasio ideal mengajar untuk guru PAUD di Tempat Penitipan Anak (TPA) dengan anak didik usia maksimal dua tahun, maka rasio ideal 1:4 saja, sedangkan guru PAUD di KB atau Playgroup dengan peserta didik maksimal usia 4 tahun, rasio ideal mengajar 1:8 saja. Hal berbeda untuk guru TK yang memiliki peserta didik 4-6 tahun, maka rasio ideal 1:15 ya!

Baca Juga:  Sebelum Ngajar, Ini 10 Permasalahan Guru PAUD Dan Solusinya

4. Kompetensi ajar

Guru PAUD memiliki kompetensi memberikan pendidikan moral, mengajarkan anak lebih mandiri, mengenalkan nilai jasmani dan rohani, sosialisasi dengan teman, dan mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan dasar. Durasi belajar anak usia 2 tahun hanya 120 menit dan melibatkan orangtua minimal 1 kali seminggu, sedangkan guru PAUD untuk anak usia 2-4 tahun wajib mengajar dengan durasi 180 menit dengan frekuensi pertemuan minimal dua kali seminggu.

Perbedaan mengajar pada guru TK punya jadwal lebih padat yaitu 180 menit per pertemuan minimal lima kali seminggu. Tugas guru TK lebih banyak untuk mempersiapkan anak masuk ke sekolah dasar dengan bekal penanaman karakter sejak dini, pengenalan berhitung, membaca dan menulis, peningkatan kreativitas seni anak.

Baca Juga:  Kamu Pingin Jadi Guru TK? Berikut Ini 10 Cara Menjadi Guru TK

5. Gaji dan insentif

Guru PAUD mendapatkan gaji sesuai kebijakan yang berlaku, tetapi bisa mendapatkan insentif bervariasi sesuai alokasi anggaran dari pemerintah daerah setempat. Guru TK yang berstatus ASN mendapatkan gaji mulai 2,5-3,5 juta rupiah per bulan, tetapi ada pula guru TK berstatus GTT yang memiliki gaji lebih rendah sesuai kebijakan yang berlaku. Meskipun demikian, guru PAUD dan guru TK non ASN punya kesempatan menjadi guru PPPK untuk mendapatkan gaji yang layak asal memenuhi kualifikasi.

Ingin menjadi guru karena Kamu punya passion dengan anak, ketahui dulu perbedaan guru PAUD dan guru TK ya!