Memilih MAK Setelah Lulus MTs

Image: canva.com

10 Tips Memilih MAK Setelah Lulus MTs yang Tepat Untuk Anak

Jenjang sekolah yang wajib dilaksanakan oleh setiap anak Indonesia adalah sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Wajib belajar 12 tahun adalah program yang wajib dijalankan setelah sebelumnya adalah wajib belajar 9 tahun. Untuk menyukseskan wajib belajar 9 tahun, memilih MAK setelah lulus MTs adalah tugas pentingnya, sebagai orangtua.

MAK adalah jenjang sekolah yang setara dengan SMA atau Sekolah Menengah Atas. Namun tepatnya MAK ini setara dengan SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan. Antara SMA dan SMK itu pun sama, perbedaannya adalah jurusannya. Jika SMA memiliki jurusan IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam, IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bahasa atau seni. Semua jurusan SMA termasuk jurusan ilmu pasti yang masih berupa teori.

Berbeda lagi dengan jurusan SMK yang condong ke jurusan keahlian, yakni Tata Busana, Tata Boga, Kecantikan, dan sebagainya. Siswa SMK diarahkan untuk langsung kerja atau membuka usaha sendiri. Begitu pun dengan MAK. MAK ini sama dengan SMK, namun bedanya sekolah ini di bawah naungan Departemen Agama.

Baca Juga:  Kelebihan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Dibandingkan SMK

Jika Kamu ingin anakmu memiliki keterampilan seperti jurusan yang ada di MAK, maka memilih MAK setelah lulus MTs yang tepat harus dipertimbangkan dengan matang. Berikut adalah 10 tips memilih MAK setelah lulus MTs.

1. Pilihkan MAK yang agamanya dominan. Ini dikarenakan MAK adalah jenjang sekolah keagamaan di atas MTS. Walaupun kejuruan, tetapi pastikan kemampuan agama anak tetap berkembang di sini.

2. Pastikan jurusan di MAK yang Kamu pilih lengkap dan jurusan yang diinginkan anakmu ada di sana. Ini kan menyatukan pendapatmu dengan keinginan anakmu sehingga anakmu akan nyaman dan semangat belajar.

3. Memilih MAK setelah lulus MTs dengan memperhatikan kualitas pengajarnya. Bukan hanya sekedar berijazah S1 saja, melainkan juga memperhatikan kualitas agamanya. Setidaknya pengajarnya mampu menafsirkan Al Qur’an atau bahkan penghafal Al Qur’an.

4. Memperhatikan lingkungan sekitar MAK yang Kamu pilihkan untuk anak. Pastikan lingkungan sekitar sekolah adalah lingkungan pelajar atau lingkungan pesantren yang aman dari hal-hal yang tidak pantas. Hal ini penting kaitannya untuk menjaga kualitas belajarnya.

5. Mencari info beberapa MAK yang ada di lingkungan sekitar. Tidak perlu menyekolahkan anak jauh-jauh, kalau dan MAK yang dekat, pilih saja. Dari beberapa referensi Kamu bisa menentukan mana yang cocok untuk anak Kamu.

6. Mencari info tentang MAK lewat teman atau saudara atau tetangga yang sekolah di sana atau yang anaknya sekolah di sana. Ini penting untuk mengetahui apa saja yang ada di dalam MAK agar anak Kamu memiliki gambaran yang lebih jelas.

7. Mengajak anak berunding tentang jurusan yang minati di MAK. Ini adalah hal yang penting karena kita harus melibatkan anak dalam memilih sekolah tepat belajarnya selama 3 tahun nantinya.

Baca Juga:  Pilih MAK Negeri Atau MAK Swasta? Berikut Rekomendasinya Buat Kamu

8. Memastikan bakat anak bisa berkembang di MAK yang Kamu pilih. Ini kaitannya dengan ekstrakurikuler yang disediakan. Walaupun MAK adalah naungan Depag, tapi banyak juga yang menyediakan pilihan ekstrakurikuler selengkap di SMA.

9. Memilih MAK setelah Lulus MTs yang sudah terakreditasi. Walaupun termasuk sekolah keagamaan, namun akreditasi ini menjadi standart dan tanda bahwa sekolah sudah diuji negara yang memiliki nilai Baik.

10. Memilih MAK yang benar-benar diincar oleh anak sebelumnya. Biasanya saat masih di MTs, anak sudah memiliki incaran sekolah lanjutannya.

Untuk masuk MAK, sebaiknya jenjang anak sebelumnya adalah MTs, namun tidak harus. Dari lulusan SMP pun bisa. Orangtua yang memilih MAK setelah lulus MTs harus melalui persetujuan anak.

Tidak sulit memilih MAK setelah lulus MTs, karena sekolah kejuruan ini ada di mana-mana. Yang terpenting tetap hati-hati dalam memilih dan pertimbangkan dengan matang agar anak pun nyaman menjalani proses belajarnya.