Peluang Atau Prospek Kerja Sastra Indonesia

Image: canva.com

10 Peluang Atau Prospek Kerja Sastra Indonesia Dan Gajinya

Siapa sih yang tidak kenal dengan jurusan sastra Indonesia? Mahasiswa jurusan sastra Indonesia tidak hanya romantis dengan puisi-puisi cintanya, tetapi juga memiliki peluang atau prospek kerja sastra Indonesia yang cukup banyak dan menjanjikan untuk masa depan. Apakah Kamu tertarik untuk masuk sastra Indonesia karena peluang kerjanya atau karena minat Kamu terhadap jurusan ini?

Sastra Indonesia menjadi salah satu program studi yang ada di Fakultas Ilmu Budaya. Prodi ini mempelajari bahasa Indonesia secara lebih mendalam dan juga karya sastra dari penulis ternama di Indonesia. Kalau Kamu suka membaca dan menulis, prodi ini bisa menjadi prodi yang tepat untuk Kamu.

Bagaimana dengan prospek kerjanya? Bagi Kamu yang tertarik dengan ilmu sastra Indonesia, berikut ini ada 10 peluang atau prospek kerja sastra Indonesia dengan perkiraan gajinya.

1. Penulis Novel Atau Cerpen Sastra

Peluang kerja pertama yang dapat dilakukan oleh lulusan sastra Indonesia adalah menjadi seorang penulis novel atau cerpen sastra. Jika Kamu suka menulis dan membaca novel sastra, ada baiknya masuk jurusan ini agar kelak menjadi seorang penulis novel. Siapa sih yang tidak ingin dikenal dengan hasil karya yang dihasilkan? Buku Kamu juga berkesempatan jadi buku best seller dan terjual dalam jumlah yang banyak.

Penghasilan yang didapatkan penulis berasal dari penjualan buku hasil karyanya. Semakin banyak terjual, semakin banyak gaji yang didapatkan. Adapun perkiraan gajinya yaitu sekitar Rp2.000.000 per bulan.

Baca Juga:  Ini Dia 10 Prospek Kerja Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

2. Guru Bahasa Indonesia

Peluang kerja berikutnya untuk jurusan sastra Indonesia adalah menjadi guru Bahasa Indonesia. Bagi Kamu yang senang mengajar dan berbagi ilmu, maka profesi ini sangat cocok untuk Kamu. Tidak hanya menjadi guru di sekolah formal, Kamu juga bisa menjadi guru bahasa Indonesia di lembaga bimbingan belajar.

Adapun gajinya berkisar antara Rp3.000.000 sampai dengan Rp5.000.000 per bulan dan ini belum termasuk tunjangan lainnya.

3. Penerjemah Bahasa

Peluang atau prospek kerja sastra Indonesia berikutnya adalah sebagai penerjemah bahasa. Namun untuk bisa menjadi penerjemah, Kamu perlu memiliki kemampuan menguasai bahasa asing. Untungnya, bahasa asing bisa Kamu pelajari secara otodidak ataupun dengan mengikuti kursus bahasa asing tertentu.

Penghitungan gaji penerjemah ada yang didasarkan pada setiap halaman, ada juga yang didasarkan pada setiap project yang dia kerjakan. Penghasilannya mulai dari Rp10.000 per halaman.

4. Jurnalis

Peluang kerja berikutnya yang juga dapat Kamu lakukan sebagai seorang lulusan sastra Indonesia adalah menjadi seorang jurnalis. Kamu bisa melamar kerja di perusahaan media cetak, elektronik, ataupun media online. Untuk bisa menjadi jurnalis, Kamu perlu memiliki kemampuan yang bagus dalam menulis berita.

Gaji seorang jurnalis tidak bisa dibilang tinggi. Meskipun demikian, nominalnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Kamu sehari-hari. Adapun perkiraan gaji dari profesi ini adalah sekitar Rp3.000.000 sampai dengan Rp5.000.000 per bulan.

Baca Juga:  Perkiraan Biaya Kuliah Sastra Indonesia Untuk Jenjang S1

5. Dosen Bahasa Indonesia

Sebagai lulusan Sastra Indonesia, prospek kerja Sastra Indonesia berikutnya adalah sebagai dosen bahasa Indonesia. Jika Kamu memilih berkarir sebagai dosen, Kamu perlu melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Gelar sarjana saja belum cukup, setidaknya Kamu harus mendapat gelar master atau S2.

Adapun gaji profesi dosen yaitu sekitar Rp4.000.000 hingga Rp5.000.000 belum termasuk tunjangan lainnya.

6. Penulis Script Film

Peluang kerja berikutnya yang dapat Kamu lakukan adalah sebagai penulis script film. Selama kuliah, Kamu mendapat materi penulisan naskah drama atau jenis pementasan lainnya. Kalau Kamu merasa memiliki kemampuan yang bagus dalam hal ini, Kamu bisa berkarir sebagai penulis naskah film atau naskah sinetron.

Profesi ini tidak hanya seru, namun juga memiliki gaji yang lumayan. Kamu bisa mendapatkan gaji hingga Rp20.000.000 per bulan. Untuk naskah sinetron, Kamu bisa dibayar per naskah yang Kamu hasilkan.

7. Pengusaha Percetakan

Bagi Kamu yang lulusan sastra Indonesia tetapi memiliki passion dengan bisnis, maka Kamu dapat menekuni pekerjaan sebagai pengusaha percetakan. Dalam menjalankan usaha ini, Kamu juga bisa menawarkan jasa editor sebelum dicetak.

Sebagai pemilik usaha, penghasilan yang bisa Kamu terima dari profesi ini dapat mencapai puluhan juta rupiah. Jika Kamu hanya berstatus sebagai staf, gaji yang Kamu dapatkan sekitar Rp3.500.000 per bulan.

Baca Juga:  10 Alasan Memilih Jurusan Sastra Indonesia Bagi Yang Bingung Kuliah

8. Editor

Bagi Kamu yang senang melakukan revisi mengenai tata bahasa yang baik, peluang atau prospek kerja sastra Indonesia selanjutnya adalah sebagai editor. Kamu bisa bekerja di sebuah perusahaan percetakan dan penerbitan buku. Kamu pun bisa memilih kerja di perusahaan media. Untuk menjadi editor, setidaknya Kamu harus memiliki pengalaman di bidang penulisan dan penguasaan PUEBI yang baik.

Pekerjaan ini cukup menyenangkan dan gajinya pun lumayan, yaitu sekitar Rp2.500.000 hingga Rp5.500.000 per bulan.

9. Artis Atau Pemeran Drama

Peluang kerja berikutnya yang dapat Kamu lakukan adalah sebagai artis atau pemeran drama. Untuk Kamu yang mahir seni peran, suka bermain drama, mudah menghapal naskah, pekerjaan ini tentu akan sangat menarik bagi Kamu, apalagi jika Kamu bisa menjadi salah satu pengisi industri hiburan di tanah air.

Adapun gaji profesi ini mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah.

10. Leksikografer

Prospek kerja berikutnya dari jurusan sastra Indonesia adalah sebagai Leksikografer. Profesi ini bekerja mengedit dan menulis Kamus-Kamus besar. Terdengar menarik, bukan?

Adapun gaji yang didapatkan oleh seorang leksikografer yaitu berkisar Rp3.000.000 per bulan.

Itulah berbagai profesi yang menjadi peluang atau prospek kerja sastra Indonesia. Jadi, bagi Kamu yang bertanya peluang kerja dari jurusan sastra Indonesia, maka itulah jawabannya.