Dewasa ini, semua orang memiliki kesempatan untuk memilih pendidikan terbaik. Wajib belajar 12 tahun sudah diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Kamu yang ingin melanjutkan pendidikan lanjutan, sebaiknya diskusikan pilihan sekolah yang tepat dengan orangtua. Sekolah negeri atau swasta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Agar tidak salah pilih, sebaiknya Kamu mempertimbangkan kekurangan sekolah negeri.
Kemendikbud telah mencanangkan wajib belajar 12 tahun sejak tahun 2015 lalu, namun hasil kebijakan belum maksimal. Setiap sekolah di Indonesia terus melakukan perbaikan fasilitas guna mendukung anak-anak lebih giat belajar. Buat Kamu yang masih ragu memilih sekolah negeri atau swasta, simak ulasan terkait kekurangan sekolah negeri di Indonesia berikut ini!
1. Terjebak Sistem Zonasi
Sistem zonasi sudah diterapkan sejak masuk sekolah negeri yang membuat banyak pelajar kecewa. Sekolah negeri unggulan yang diminati banyak calon pelajar harus memprioritaskan anak-anak yang memiliki domisili dekat dengan rumah. Jangan heran kalau banyak anak yang merasa frustasi tidak bisa masuk ke sekolah favorit.
2. Fasilitas Kurang Mendukung
Kekurangan paling mencolok sekolah negeri dibandingkan sekolah swasta unggulan adalah fasilitas yang kurang mendukung. Tak jarang sekolah swasta memiliki fasilitas yang lebih bagus sehingga menarik minat banyak calon pelajar.
3. Menerapkan Kurikulum Nasional
Sekolah negeri wajib mengikuti dan menerapkan kurikulum nasional yang sudah disepakati. Berbeda dengan sekolah swasta yang memiliki kebebasan menentukan kurikulum yang digunakan.
4. Terlalu Banyak Atau Terlalu Sedikit Siswa
Masalah pada sekolah negeri terletak pada jumlah siswa. Rata-rata sekolah bisa menampung 30-40 siswa per kelas yang membuat sistem belajar kurang efektif. Namun, ada pula siswa yang merasa kurang memiliki teman belajar karena jumlah siswa di sekolah negeri terlalu sedikit akibat kekurangan murid.
5. Perbandingan Jumlah Guru Dan Siswa
Sekolah negeri kurang efektif karena perbandingan jumlah guru dan siswa yang tidak seimbang. Bisa saja sistem belajar mengajar kurang maksimal karena sistem belajar yang kurang dinamis.
6. Masalah Pergaulan
Jika ingin masuk sekolah homogen, maka sekolah negeri bukan pilihan yang cocok. Misalnya Kamu ingin belajar di sekolah yang mengutamakan pelajaran agama tertentu, tidak cocok masuk ke sekolah negeri yang memberikan kebebasan siswa masuk dengan keberagaman.
7. Sistem Belajar Yang Sama Rata
Guru di sekolah negeri mengajar banyak siswa sehingga sulit mengetahui karakteristik siswa. Biasanya guru lebih condong pada siswa yang memiliki kelebihan saja, siswa yang kurang paham dengan materi bisa dianggap sama rata.
8. Jam Belajar Lebih Singkat
Jam belajar yang lebih singkat dari sekolah swasta bisa menjadi kekurangan dan kelebihan tersendiri. Kekurangan jam belajar singkat bisa membuat siswa yang kurang memahami pelajaran bakal jauh tertinggal.
9. Tetap Membayar Biaya Lain
Meski gratis SPP dari dana BOS, ada pula kebijakan sekolah yang tetap membuat siswa harus mengeluarkan biaya untuk membayar buku, les, sumbangan, dan lain-lain.
10. Minim Beasiswa
Biasanya beasiswa sekolah negeri berasal dari Kemendikbud atau kebijakan sekolah berdasarkan prestasi atau finansial. Berbeda dengan sekolah swasta yang menawarkan beasiswa yayasan atau partner lain.
Rangkuman mengenai kekurangan sekolah negeri di atas bisa menjadi pertimbangan Kamu sebelum memilih sekolah lanjutan yang tepat.